

Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Nurani Sejahtera DPRD Sikka tampil meyakinkan dalam merepons Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2024. Fraksi yang merupakan gabungan Partai Hanura dan Partai Keadilan Sejahteta itu muncul dengan mengangkat isu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Ketua Fraksi Nurani Sejahtera Antonius Tanjung menyebut capaian administrasi Pemkab Sikka dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2024 tidak dapat dijadikan ukuran tunggal atas keberhasilan pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagi Fraksi Nurani Sejahtera ukuran keberhasilan pemerintah adalah seberapa besar kehadiran pemerintah dirasakan rakyat dalam pelayanan dasar yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tegas Antonius Tanjung.
Dia beralasan dalam pencermatan Fraksi Nurani Sejahtera terdapat sejumlah isu krusial yang perlu dijadikan bahan refleksi dan evaluasi oleh Pemkab Sikka dalam menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2024.
Pendidikan
Antonius Tanjung mengatakan masih lemahnya keberpihakan anggaran terhadap wilayah-wilayah 3T dan kelompok rentan. Dia mengakui Fraksi Nurani Sejahtera menerima berbagai laporan dari lapangan terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terluar yang masih memprihatinkan.
Pensiunan PNS Pemkab Sikka itu mengatakan pada beberapa desa di Tanawawo, Lela, dan Koting, ruang belajar rusak, kekurangan meja dan kursi, serta minim fasilitas sanitasi. Sebagian guru masih mengajar dalam kondisi ruang darurat. Sementara di wilayah kota, banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak bisa menjangkau biaya pendidikan non-formal seperti les, bimbingan belajar, dan keperluan digitalisasi pembelajaran.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












