“Fraksi Nurani Sejahtera memandang perlu adanya pergeseran fokus, bukan sekadar membangun gedung, tetapi memperkuat sistem dan kapasitas tenaga serta logistik medis,” ujar dia.
Infrastruktur Antonius Tanjung kemudian menukik ke aspek infrastruktur. Dia menyebut kesenjangan pembangunan antara pusat kota dan wilayah terluar yang belum terjawab. Dia lalu mengangkat contoh hingga pertengahan Juli 2025, pembangunan jalan di beberapa wilayah terluar seperti Koting, Lela, dan Tanawawo masih jauh dari kata layak.
Akses jalan utama antardesa yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi warga, kata dia, tidak mendapat alokasi yang memadai. Buruknya kondisi jalan mempersulit distribusi barang dan mobilitas masyarakat, khususnya dalam hal pendidikan dan layanan kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia juga menyentil kepadatan lalu lintas pada wilayah perkotaan, seperti di Tuang Muut Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alol dan Kelurahan Wuring Kecamatan Alok. Ironinya, kata dia, rabat jalan yang dibangun dalam dua hingga tiga tahun terakhir kini banyak yang rusak parah.
“Konstruksi yang tipis, tidak sesuai spesifikasi teknis, dan minim pengawasan menyebabkan jalan cepat hancur ketika dilalui kendaraan berat dan arus lalu lintas padat. Ini adalah pandangan buruk dari masyarakat terhadap manajemen proyek infrastruktur yang tidak mengedepankan kualitas dan ketahanan,” ujar dia.
Fraksi Nurani Sejahtera mendesak agar program infrastruktur berikutnya dirancang dengan pendekatan teknis berbasis kebutuhan faktual dan pengawasan melekat sejak tahap perencanaan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












