Pengadaan Kapal Wisata Rp 390 Juta di Sikka, Cermin Buruk Perencanaan Anggaran

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 24 Juli 2025 - 09:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 2,121 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurubicara Fraksi Partai Demokrat Piet Christian da Cunha

Jurubicara Fraksi Partai Demokrat Piet Christian da Cunha

Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka pernah melaksanakan program Pengadaan Kapal Wisata Glass Botton Boat pada tahun 2021. Biayanya senilai Rp 390 juta. Pengadaan kapal wisata ini kemudian bermasalah, karena mencerminkan buruknya perencanaan anggaran di daerah itu.

Program pengadaan kapal wisata tersebut, dengan rencana konsep untuk memperkuat desa wisata di seputaran Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere, sekaligus memberikan sumbangsih terhadap PAD Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Naga-naganya, bukannya memberikan kontribusi PAD, kapal wisata ini malah tidak jelas pengelolaannya. Kini hanya diparkir saja di Desa Kojadoi. Fraksi Partai Demokrat menyebut lugas dengan sindiran keras: aset bernilai tinggi yang tenggelam dalam kabut pengelolaan.

Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Jurubicara Fraksi Partai Demokrat Piet Christian da Cunha mempertanyakan serius nasib kapal wisata yang seharusnya menjadi ikon wisata bahari dan sumber PAD. Tapi justeru kini terkesan dihilangkan dari radar perencanaan daerah.

“Fakta bahwa kapal ini dibeli melalui Dana Alokasi Khusus di masa kepemimpinan sebelumnya. Namun hingga kini tidak menyumbangkan satu rupiah pun ke PAD Sikka, adalah bentuk nyata dari lemahnya perencanaan dan pengawasan aset daerah,” ujar Piet Christian da Cunha saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, Selasa (22/7).

Baca Juga :  Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Fraksi Partai Demokrat berpendapat ketiadaan regulasi pengelolaan yang jelas membuat kapal wisata tersebut saat ini berada di bawah pengelolaan sementara BUMDes, tanpa arah tata kelola yang pasti dan tanpa kepastian kontribusi ekonomi ke daerah.

Berita Terkait

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Berita Terbaru