

Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka pernah melaksanakan program Pengadaan Kapal Wisata Glass Botton Boat pada tahun 2021. Biayanya senilai Rp 390 juta. Pengadaan kapal wisata ini kemudian bermasalah, karena mencerminkan buruknya perencanaan anggaran di daerah itu.
Program pengadaan kapal wisata tersebut, dengan rencana konsep untuk memperkuat desa wisata di seputaran Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere, sekaligus memberikan sumbangsih terhadap PAD Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Naga-naganya, bukannya memberikan kontribusi PAD, kapal wisata ini malah tidak jelas pengelolaannya. Kini hanya diparkir saja di Desa Kojadoi. Fraksi Partai Demokrat menyebut lugas dengan sindiran keras: aset bernilai tinggi yang tenggelam dalam kabut pengelolaan.
Jurubicara Fraksi Partai Demokrat Piet Christian da Cunha mempertanyakan serius nasib kapal wisata yang seharusnya menjadi ikon wisata bahari dan sumber PAD. Tapi justeru kini terkesan dihilangkan dari radar perencanaan daerah.
“Fakta bahwa kapal ini dibeli melalui Dana Alokasi Khusus di masa kepemimpinan sebelumnya. Namun hingga kini tidak menyumbangkan satu rupiah pun ke PAD Sikka, adalah bentuk nyata dari lemahnya perencanaan dan pengawasan aset daerah,” ujar Piet Christian da Cunha saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, Selasa (22/7).
Fraksi Partai Demokrat berpendapat ketiadaan regulasi pengelolaan yang jelas membuat kapal wisata tersebut saat ini berada di bawah pengelolaan sementara BUMDes, tanpa arah tata kelola yang pasti dan tanpa kepastian kontribusi ekonomi ke daerah.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












