
Maumere-SuaraSikka.com: Buruh Pelabuhan Laurensius Say Maumere terus menggencarkan tuntutan kenaikan upah. Kini aksi protes mereka disalurkan melalui Dinas Koperasi dan Nakertrans Propinsi NTT.
Perwakilan buruh darat, Selasa (12/8), telah melayangkan surat pengaduan kepada Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT. Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti pertemuan bersama Kepala Dinas Koperasi dan Nakerrrans NTT Sylvia R Peku Djawang di Hotel Capa, Jumat (8/8) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bertemu Ibu Kadis dan beliau sarankan bikin surat pengaduan. Nah, surat sudah kami kirim melalui Dinas Nakertrans Sikka. Semoga tuntutan kami didengar dan dicarikan jalan keluar yang adil bagi kami,” demikian Man, salah seorang perwakilan buruh darat, Rabu (13/8).
Sebanyak 6 orang perwakilan buruh menandatangani surat tersebut. Mereka adalah mandor setiap kelompok yakni Agustinus Rudyanto, Emanuel Bailon Pio, Marlon Manulay, Leonardus Embu, Vinsensius, dan Agustinus Benhur.
Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kabupaten Sikka Wellibrorda Dua Bura memastikan telah melanjutkan surat pengaduan para buruh Pelabuhan Maumere ke Pengawas Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT di Kupang.
Upah Tidak Manusiawi
Para buruh yang menuntut kenaikan upah biasa disebut dengan istilah buruh darat. Buruh darat ini adalah pekerja yang menawarkan jasa angkut kepada perusahaan Jasa Pelayanan Transportasi (JPT). Mereka berjumlah 180 orang, dibagi dalam 6 kelompok, masing-masing terdiri atas 30 orang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












