“Kami mau ke Kalimantan, kerja di sana, direkrut oleh Kobus,” terang dia.
Menurut pemuda 19 tahun ini, Kobus adalah orang Nebe yang sudah lama bekerja pada sebuah perusahaan sawit di Kalimantan Timur. Belum lama ini Kobus pulang ke kampung halaman, dan sekaligus merekrut tenaga kerja. Ikut terjaring dalam kasus ini adalah satu pasangan suami istri bersama seorang anak.
“Kalau ke saya dia tawarkan kerja, dia bilang kerja apa saja bisa. Kalau mau ikut nanti semua biaya dia yang urus,” ujar Arius Wodon Lewu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa banyak pertimbangan, Arius Wodon Lewu yang baru saja tamat SMAN 1 Talibura pada tahun lalu, langsung setuju ajakan Kobus. Apalagi dia juga sedang menganggur karena belum dapat pekerjaan. Dia makin tergiur karena seluruh biaya transportasi termasuk makan minum hingga lokadi perkebunan kelapa sawit ditanggung Kobus.
“Dia tidak omong gaji. Hanya dia bilang kalau sudah kerja dan dapat gaji nanti dia potong biaya yang dikeluarkan. Saya setuju saja,” ujar Arius Wodon Lewu.
Arius Wodon Lewu menjelaskan tidak ada proses administrasi yang diwajibkan Kobus. Dia baru sadar ternyata keberangkatannya ke Kalimantan Timur tanpa proses administrasi bisa dikategorikan sebagai perbuatan ilegal.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












