Senada dengan itu, hal yang sama disampaikan Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi. Politisi PDI Perjuangan itu menyentil tidak ada manfaatnya memiliki Gedung UPT Puskesmas Nanga yang bagus, jika pelayanan kesehatan tidak maksimal.

“Harap semua tenaga keaehatan di Puskesmas Nanga konsentrasi memberi aktivitas pelayanan kesehatan yang lebih maksimal,” ingat dia.
Dia juga menyinggung ekosistem pelayanan kesehatan yang menjadi satu kesatuan dari Pustu, Polindes, Puskesmas hingga Rumah Sakit. Bagi dia, jika seluruh ekosistem ini berjalan baik, maka masalah kesehatan akan menjadi lebih baik dari aspek preventif, bukan saja dari aspek kuratif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada bagian lain, Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus mengatakan Puskesmas Nanga dengan kategori rawat jalan, nantinya akan ditingkatkan menjadi rawat inap. Karena itu, kata dia, dalam pelksanaan pembangunan, dibangun juga 2 ruang rawat inap terdiri dari ruang rawat inap pria dan wanita.
“Tahun depan menjadi rawat inap, tapi dengan catatan kasus DBD turun, tidak ada kasus kematian ibu dan anak, juga tidak ada kasus stunting dan gizi buruk,” ungkap Petrus Herlemus.

Usai pengresmian, Bupati Sikka bersama Ketua DPRD Sikka dan pejabat lainnya berkesempatan melihat dari dekat Gedung UPT Puskesmas Nanga. Mereka masuk pada setiap ruangan dan memberikan respon positif atas pelaksanaan pembangunan Gedung UPT Puskesmas Nanga.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












