Refleksi DPRD Sikka: Sudah Sejauh Mana Kerja untuk Selesaikan Berbagai Persoalan Rakyat?

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 278 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan DPRD Sikka dan Bupati Sikka pose bersama Anggota DPRD Sikka Humerus Andreas yang baru dilantik hari itu, Jumat (13/2)

Pimpinan DPRD Sikka dan Bupati Sikka pose bersama Anggota DPRD Sikka Humerus Andreas yang baru dilantik hari itu, Jumat (13/2)

Dia mengatakan perlu disadari bahwa sebagian besar rakyat Kabupaten Sikka mengelola sektor primer dengan jumlah petani/peternak sebanyak 61.6874 atau sebesar 55,92 persen. Sementara, anggaran untuk sektor pertanian dan peternakan sangat minim yang dipicu oleh kebijakan efisiensi oleh pemerintah pusat dan prioritas anggaran daerah belum berpihak pada sektor primer. Itu artinya, kata dia, kontribusi pertumbuhan ekonomi di sektor primer sebesar 6,16 persen pada Triwulan II tahun 2025 ini masih didominasi usaha mandiri masyarakat Kabupaten Sikka.

“Meski dengan keterbatasan yang dimiliki namun rakyat kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan rendah hati, kita patut menyampaikan terima kasih kepada rakyat Sikka,” ungkap dia.

Baca Juga :  Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Di sisi lain, tambah politisi dari Kecamatan Mapitara itu, kontraksi 1,64 persen di sektor sekunder menunjukkan bahwa industri pengolahan di Sikka masih sangat terbatas. Data ini mendorong agar kebijakan pembangunan daerah harus serius memperhatikan para petani, nelayan dan peternak serta meningkatkan industri pengolahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk sektor pertanian, terdapat masih banyak lahan yang belum diolah secara maksimal. Para petani sangat membutuhkan sarana produksi yang moderen dengan kualitas yang baik untuk pengelolaan lahan. Namun, untuk hal ini dengan memperhatikan krisis ekologi global yang memicu perubahan iklim akan mendesak petani menggunakan pupuk dan pestisida sintetis secara berlebihan akan menciptakan residu pestisida dalam makanan.

Baca Juga :  Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

“Ini bahaya tersembunyi yang bisa jadi kita tidak menyadari bersama. Dan mungkin menjadi faktor meningkatnya hama dan penyakit pada tanaman serta meningkat pula penyakit yang diderita oleh masyarakat kita,” ujar dia.

Untuk itu, Stef Sumandi menyarankan ke depan perlu digalakan sistem pertanian organik agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kelanjutan ekosistem bumi. Dalam konteks ini, kata dia, petani membutuhkan pendampingan dari para penyuluh yang andal.

Berita Terkait

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA