Bupati Sikka lalu menggambarkan 24 capaian indikator kinerja daerah tahun 2025 yang telah diukur. Indeks Pelayanan Publik (IPP) misalnya, dilaporkan dengan target 2,60 realisasi mencapai 2,9. Lalu pertumbuhan ekonomi dengan target 3,95 realisadi 5,04. Dia juga menyampaikan berbagai program kegiatan pada 33 urusan, yang dilaporkan tanpa ada masalah berarti.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sikka juga menyinggung alokasi anggaran tahun 2025. Pendapatan daerah ditargetkan Rp1.330.875.000.000 terealisasi sebesar Rp1.261.991.565.056,86, atau setara 94,82 persen. Sementara Belanja Daerah ditargetkan sebesar Rp1.345.224.170.981,66 dengan realisasi sebesar Rp1.228.338.301.222,01, atau setara 91,31 persen.
Salah satu item Pendapatan Daerah yang menjadikan Bupati Sikka disebut sukses adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diketahui PAD Sikka Tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp124.083.709.163, terealisasi Rp134.247.371.146,51, atau mencapai 108,19 persen.
Sedangkan pada komponen Belanja Daerah, item Belanja Tidak Terduga (BTT) menjadi sia-sia. BTT ditargetkan sebesar Rp1.135.421.364,20 namun terealisasi hanya Rp136.900.296, atau setara 12,05 persen.
Dalam forum Rapat Paripurna, Bupati Sikka juga berkesempatan memberikan dokumen LKPJ Tahun 2025 kepada Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi. Dokumen ini selanjutnya nanti akan dibahas oleh Badan Anggaran DPRD Sikka bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












