Fransiskus Stephanus Say mengatakan selama dirinya berada di Badan Anggaran DPRD Sikka beberapa periode, program kegiatan di Dinas Kesehatan yang bersumber dari DAK selalu tidak dilaksanakan 100 persen. Dia menyebut kondisi buruk tersebut dengan istilah trend. Lalu, setelah itu, ungkap dia kesal, pemerintah daerah mengajukan anggaran melalui Dana Alokasi Umum (DAU) untuk menyelesaikan pekerjaan.
“Nanti begitu entengnya datang ke sini lalu bilang kami minta tambahan DAU,” kesal Fransiskus Stephanus Say.

Dia menambahkan sudah dua kali pembangunan Puskesmas di Kecamatan Palue yang mengalami kegagalan. Puskemas Tuanggeo adalah kasus yang ketiga kalinya. Anehnya, kegagalan-kegagalan tersebut pada faktor-faktor yang hampir sama saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Fransiskus Stephanus Say, kegagalan Pembangunan Puskesmas Tuanggeo menggambarkan adanya catatan masalah yang perlu ditelusuri. Dia mengingatkan agar dilakukan evaluasi sehingga bisa diketahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dan kendala.
“Ini ada yang salah, perencanaan harus dimatangkan,” ujar dia.
Data yang dihimpun media ini, pembayaran uang muka 25 persen sebesar Rp 1.616.996.800, dan pembayaran termin pertama 40 persen sebesar Rp 970.198.080. Dengan demikian total pembayaran kepada kontraktor pelaksana yakni sebesar Rp 2.587.194.880.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












