“Fraksi Partai Golkar meyakini anggaran BTT tidak sebesar seperti yang pemerintah rencanakan,” ujar Fraksi Partai Golkar.
Sementara itu Fraksi PDI Perjuangan menyebut BTT memang disediakan untuk menghadapi kebutuhan yang bersifat tidak terduga, mendesak, dan memerlukan penanganan segera sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan. Namun justeru karena sifatnya tidak terduga, peningkatan anggaran lebih dari sebelas kali lipat tersebut membutuhkan penjelasan yang sangat jelas dan terbuka.
“Apa dasar perhitungan kenaikan sebesar itu? Risiko atau kebutuhan mendesak apa yang telah diproyeksikan pemerintah daerah? Ataukah BTT ini menjadi ruang fiskal cadangan yang terlalu besar karena perencanaan program dan kegiatan belum sepenuhnya mampu mengantisipasi kebutuhan?” tanya Fraksi PDI Perjuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya diberitakan, BTT di Kabupaten Sikka melonjak drastis pada Rancangan Perubahan APBD TA 2026. Pemkab Sikka mengusulkan alokasi sebesar Rp 13.030.929.669,21. Kuat dugaan kenaikan drastis ini terkait penanganan tanggap darurat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 Magnitudo yang melanda daerah itu pada Sabtu (15/8).
Bupati Sikka mengatakan peningkatan alokasi BTT merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyediakan ruang fiskal dalam menghadapi kebutuhan yang bersifat tidak terduga, mendesak dan memerlukan penanganan segera sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
Dia menambahkan terhadap alokasi BTT yang telah menjadi bagian dari kesepakatan dalam KUA-PPAS, pemerintah daerah tetap menjadikannya sebagai perhatian dan akan membicarakannya lebih lanjut bersama DPRD Sikka dalam tahapan pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












