
Maumere-SuaraSikka.com: Praktik prostitusi terselubung disinyalir marak terjadi di Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka. Warga di wilayah ini pun menjadi resah.
Persoalan ini terungkap saat kegiatan Jumat Curhat bersama Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Dias Quintas, Jumat (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini berlangsung di kediaman Don Yohanes Juang, di Jalan Lamtoro RT/RW 009/002.
Dugaan maraknya praktik prostitusi di Nangameting diungkap oleh salah satu warga perwakilan orang muda.
Dia menyebut ada 2 indikasi praktik prostitusi terselubung yakni melalui kos-kosan dan aplikasi MiChat.
“Banyak kos-kosan yang salah pemanfaatannya sebagai tempat prostitusi. Juga maraknya online MiChat yang disinyalir sebagai prostitusi online,” ungkap dia.
Kapolres Sikka langsung menanggapi informasi ini. Terkait dugaan praktik prostitusi di kos-kosan, dia akan memerintahkan Babinkamtibmas untuk menindaklanjuti.
“Akan saya perintahkan Babinkamtibmas berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna melakukan penertiban,”
Sementara itu terkait dugaan praktik prostitusi online, Kapolres Sikka akan mempelajari dan menindaklanjuti sesuai prosedur.
Kegiatan Jumat Curhat merupakan peogram Kapolri yang dilaksanakan setiap hari Jumat pada semua institusi kepolisian tingkat resort.
Kepada warga masyarakat Nangameting, Kapolres Sikka menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat sebagai upaya untuk mempererat silaturahmi,
mengimplementasikan Polri hadir di tengah masyarakat serta menampung keluh kesah masyarakat untuk mengetahui situasi dan merespon persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat.
Pada momen ini, Kapolres Sikka menyampaikan tugas dan fungsi Polri yakni melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Dalam mengemban tugas dan fungsi tersebut Polri sangat mengharapkan bantuan dan kerja sama masyarakat.
“Dalam pelaksanaan tugas tersebut tentunya ada nilai plus minus yang kami lakukan, dan berdampak pada kehidupan warga masyarakat,” ujar dia.
Untuk itulah, kata dia, Polri turun langsung ke tengah masyarakat guna mengetahui dampak yang di rasakan warga masyarakat terkait pelaksanaan tugas Polri maupun pemerintahan pada umumnya.
Program Jumat Curhat, kata dia, dimaksudkan agar kepolisian mendengarkan keluhan warga secara langsung sehingga betul-betul mengetahui kondisi masyarakat di lapangan.
Dari keluhan dan informasi masyarakat, menjadi acuan untuk meningkatkan pelayanan kepolisian.*** (eny)















