Maumere-SuaraSikka.com: Kemensos RI memberikan bantuan 50 unit kapal fiber penangkap ikan kepada 50 kelompok nelayan di Kabupaten Ende dan Sikka, masing-masing 25 unit.
Bantuan kapal fiber ini dimaksudkan agar para nelayan mendapatkan akses menangkap ikan ke tengah laut.
Dengan demikian mereka bisa memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik, yang secara otomatis bisa meningkatkan pendapatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mensos RI Tri Rismaharini, kapal nelayan yang diberikan terbuat dari fiber sehingga lebih ringan, tahan terhadap cuaca, perawatan lebih mudah dan waktu produksi lebih singkat.

Kapal fiber bantuan ini berukuran panjang 10,5 meter dengan lebar 2 meter. Kapal ini dapat menampung ikan sebanyak 4 ton.
Saat kunjungan kerja di Maumere, Senin (27/2), rencananya Mensos Tri Rismaharini akan menyerahkan 25 unit kapal bantuan kepada 25 kelompok nelayan di Kabupaten Sikka.
Namun karena masih dalam proses pengerjaan, sehingga penyerahan kapal senilai total Rp 6,48 miliar itu dijadwalkan pada Maret 2023 mendatang.
“Sejumlah 22 unit kapal sudah memasuki tahap akhir pembuatan dengan penyelesain sebesar 70%, sedangkan 3 unit kapal dalam tahap assembling,” demikian penjelasan Mensos saat mengunjungi lokasi pengerjaan kapal di Pantai Wairhubing Desa Watuliwung Kecamatan Kangae.

Risma Terharu
Rupanya bantuan kapal fiber kepada para nelayan, bukan sebuah kebetulan semata. Ternyata ada cerita panjang yang menggerakkan hati Mensos untuk melaksanakan program bantuan ini.
Mensos Tri Rismaharini mengaku pernah ke Ende dalam rangka peringatan Hari Lahirnya Pancasila pada 1 Juni 2022 lalu.
Dia sempat makan pada sebuah restoran kecil yang terletak di tepi pantai. Dari restoran tersebut dia melihat aktifitas sejumlah orang menggunakan jaring di pinggir pantai.
Dia baru tahu ketika disampaikan bahwa orang-orang itu adalah nelayan yang sedang menangkap ikan menggunakan jaring. Kendalanya karena mereka tidak memiliki perahu atau sampan untuk bisa menangkap ikan di tengah laut.
Fakta ini membuat mantan Walikota Surabaya itu terharu. Bagi dia, jika nelayan tidak memiliki fasilitas untuk bekerja, maka akan kesulitan mendapatkan akses ekonomi yang baik.
Rasa prihatin Mensos ini kemudian disampaikan kepada Bupati Ende. Mensos mengatakan jika saja punya anggaran, dia berniat membantu para nelayan dengan fasilitas tangkap ikan yang lebih baik.
Setelah kembali ke Jakarta, Mensos yang selalu konsisten dengan janji ini, kemudian mulai merencanakan bantuan kapal untuk nelayan di Ende.
Karena kesulitan menghubungi lagi Bupati Ende, Mensos lalu menyampaikan rencana bantuan kapal kepada Anggota DPR RI Andreas Hugo Parera. Kebetulan keduanya merupakan sesama politisi PDI Perjuangan.
Andreas Hugo Parera, politisi asal Kabupaten Sikka itu, menanggapi positip, sambil mengusulkan agar Kemensos memberikan bantuan yang sama kepada nelayan di Kabupaten Sikka.
“Sikka juga begitu, kata Bang Andreas. Yah, it’s oke, kita bantu nelayan Ende dan Sikka,” cerita Mensos.

Kapal-kapal fiber bantuan Kemensos, dikerjakan langsung di Ende dan Maumere, oleh sebuah perusahaan dari Surabaya. Tapi semua pekerja adalah warga daerah setempat.
“Kita buat kapal di sini, yang kerja warga di sini, sehingga ada transfer of knowledge, jadi warga di sini bisa buat kapal sendiri,” ujar Mensos.
Andreas Hugo Parera dalam kesempatan yang sama mengusulkan Kemensos untuk menambahkan lagi 25 unit kapal tangkap ikan.
Mensos Tri Rismaharini memastikan akan memberikan bantuan tambahan, namun dia tidak menyebutkan berapa jumlahnya, karena harus memperhitungkan lagi ketersediaan anggaran.
Usai menyerahkan santunan kepada ahli waris korban banjir di Kabupaten Sikka, Mensos berkesempatan mengunjungi galangan pembuatan kapal.
Tampak Mensos sempat naik ke atas salah satu kapal. Dia juga menghidupkan mesin kapal untuk memastikan kesiapan penyerahan bantuan.*** (eny)















