Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 98 detonator dan 10 buah bahan peledak (handak), “meledak” di Lapangan Tembak Brimob Maumere di Wairita Desa Hoder Kecamatan Waigete Kabupatwn Sikka, Kamis (9/3) pagi tadi.
Peristiwa ini merupakan salah satu rangkaian pemusnahan barang bukti atas 34 perkara yang telah berkekuatan hukum.

Kegiatan pemusnahan barang bukti dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Sikka, dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Fatoni Hatam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Sikka Stevie Stollane Ayorbaba menjelaskan 34 perkara yang sudah berkekuatan hukum tersebut dengan amar putusan dirampas untuk dimusnahkan.
Dia menyebutkan 34 perkara dimaksud yakni 4 perkara tindak pidana perikanan, 15 tindak pidana perlindungan anak, 12 perkara tindak pidana pencurian, 1 perkara tindak pidana narkotika, dan 2 perkara tindak pidana pembunuhan.
“Untuk perkara tindak pidana perikanan terdapat 98 detonator dan 10 botol bahan peledak,” ujar Stevie Stollane Ayorbaba.
Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Fatoni Hatam pada kesempatan itu mengatakan penuntut umum selaku eksekutor, tidak hanya mengeksekusi pidana badan, tapi juga barang bukti dan barang rampasan.
“Agar tidak bisa digunakan lagi,” tegas dia.

Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan metode pelarutan, pembakaran, dan peledakan, sesuai barang bukti masing-masing.
Pada awalnya dimusnahkan barang bukti tindak pidana narkotika berupa sabu dengan berat 0,6 gram.
Barang bukti ini dilarutkan dengan cara di-blender bersama air. Setelah dipastikan larut, barang bukti yang sudah berubah menjadi air kemudian disiram ke pasir.

Selanjutnya pemusnahan dengan cara pembakaran terhadap barang-barang bukti yang bisa dibakar.
Barang-barang bukti dimasukkan ke dalam 2 tong drom, kemudian dibakar baramai-ramai oleh Kajari Sikka Fatoni Hatam, Kapolsek Waigete Iptu Nyoman Artawan, Kasat PolAir Ipda Maoritsius Herson Liman, Pasi Ops Brimob AKP Mikhael Seu, perwakilan PN Maumere, dan perwakilan Dinkes Sikka.
Dan terakhir pemusnahan dengan metode peledakan 98 detonator dan 10 bahan peledak. Untuk peledakan barang bukti khusus ini, Kejaksaan Negeri Sikka meminta bantuan Tim Jibom Den Gegana SatBrimob Polda NTT.
Tim Gegana berjumlah 6 personil dipimpin Kanit 2 Subdem Jibom Den Gegana Ipda Falerio Tanamal.
Mulanya diledakkan terlebih dahulu 10 buah handak, setelah iti diledakkan 98 detonator.*** (eny)















