Kasus Curi di Ginza Mode, Keluarga Pelaku Kembalikan Uang Rp 1,7 Juta, Minta Korban Cabut Laporan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Mei 2023 - 07:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku pencurian di Ginza Mode (kanan) diperlihatkan saat konperensi pers, Senin (8/5)

Pelaku pencurian di Ginza Mode (kanan) diperlihatkan saat konperensi pers, Senin (8/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Keluarga perempuan pelaku pencurian di Ginza Mode Maumere, tengah berupaya agar kasus pencurian tersebut berujung damai. Mereka telah mengembalikan uang senilai Rp 1,7 juta, dengan harapan korban mencabut laporan.

Maria Wati, korban pencurian yang ditemui di Satuan Reskrim Polres Sikka, Senin (8/5), mengaku sehari sebelumnya dia didatangi keluarga KLL alias Lince.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Satu orang mengaku keluarga pelaku datang ketemu saya, dia minta maaf, dan kembalikan uang yang dicuri pelaku, nilainya Rp 1,7 juta. Lalu minta saya cabut laporan,” jelas dia.

Perempuan korban pencurian ini mengaku telah mempertimbangkan pikiran dari berbagai pihak, termasuk suaminya. Dia pun memberikan maaf dan sepakat mencabut laporan.

Berdasarkan niat baik itu, Maria Wati mendatangi Reskrim Polres Sikka, Senin (8/5), dengan maksud mencabut laporan.

Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Dia didampingi seorang keluarga pelaku, sambil membawa serta sebuah surat pernyataan yang ditulis tangan dan ditandatangani di atas meterai.

Surat pernyataan tersebut berisi 6 poin. Pertama, pelapor/korban tidak lagi mempersoalkan permasalahan kasus pencurian tersebut dan tidak menuntut secara hukum dan minta kepada penyidik untuk diselesaikan melalui restorative justice.

Kedua, bahwa tersangka telah meminta maaf atas perbuatannya yang terjadi pada hari Senin tanggal 1 Mei 2023, dan korban/pelapor telah memaafkan tersangka.

Ketiga, korban/pelapor meminta agar terlapor jangan mengulangi perbuatan yang sama atau perbuatan yang lain, baik terhadap korban maupun orang lain.

Keempat, bahwa sesuai surat pernyataan yang dibuat ini, saya sebagai korban/pelapor dalam keadaan sadar dan tidak di bawah pengaruh atau tekanan dari pihak manapun.

Baca Juga :  Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Kelima, bahwa pihak korban berjanji tidak mempermasalahkan ini, dan dengan surat pernyataan ini maka korban/pelapor secara resmi menarik laporan, dan memohon agar pelaku tidak dihukum.

Keenam, bahwa tersangka juga merupakan tulang punggung keluarga, di mana sebagai ibu dan bapak dari anak-anak yang masih kecil dan masih membutuhkan biaya dan pendidikan yang layak.

Rencana Maria Wati mencabut laporan ternyata belum tersampaikan. Saat sedang menunggu penyidik, mendadak keluarga pelaku yang mendampingi Maria Wati berubah pikiran.

Dia spontan mengajak Maria Wati meninggalkan Reskrim. Keduanya pun beranjak, dan langsung menuju halaman parkir kendaraan bermotor dan meninggalkan Mapolres Sikka dengan menggunakan sepeda motor.*** (eny)

Berita Terkait

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Berita Terbaru