
Maumere-SuaraSikka.com: Aksi demonstrasi terkait dugaan sunat dana sertifikasi, Jumat (4/8), berujung ricuh.
Polisi dan massa aksi dari PMKRI Maumere, terlibat saling baku dorong di depan pintu gerbang Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Massa pendemo yang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri kesal karena gerbang ditutup dan dijaga ketat aparat kepolisian.
Beberapa orator tampak bersuara lantang, berkali-kali mereka berteriak agar pintu gerbang dibuka.
“Buka pintu itu, kami datang ingin menagih janji,” seru mereka.
Kejaksaan Negeri Sikka sebenarnya mempersilakan 3 orang sebagai perwakilan untuk audiens. Namun PMKRI Maumere menginginkan audiens bersama semua massa aksi.
Gagal melunakkan aparat kepolisian, massa aksi sekitar 20-an orang berupaya menerobos barisan keamanan.

Aksi dorong-mendorong pun tak terelakkan. Bahkan terjadi hingga berkali-kali.
Lemahnya kekuatan massa aksi, membuat aparat kepolisian cukup gampang memukul mundur anak-anak PMKRI Maumere.
Setelah gagal berkali-kali, PMKRI Maumere akhirnya mengalah. Tiga perwakilan bersedia masuk ke Kantor Kejaksaan Negeri untuk menyampaikan tuntutan.*** (eny)















