Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan masyarakat Desa Pemana turun ke kawasan Pusi One, Jumat (13/12) lalu. Mereka beramai-ramai menggelar Padongka, sebuah ritual adat yang dipercaya secara turun-temurun.
Padongka digelar sebagai bentuk pelestarian budaya dan warisan leluhur. Tahun ini, pelaksanaan Padongka bertepatan dengan kegiatan Pemana Bahari Festival.
Satu buah perahu disiapkan sebagai media. Terlihat ada beberapa layar di bagian tengah dan belakang. Perahu ini memuat ratusan itul, semacam patung atau orang-orangan. Biasanya itul dibuat dari kayu, kain, atau kardus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perahu tanpa nahkoda itu kemudian dihanyutkan ke lepas pantai. Masyarakat Pemana percaya perahu tersebut akan menuju ke tempat baru tanpa penghuni.
Pemuka Adat Desa Pemana Haji Ibrahim mengungkapkan Padongka dapat diartikan sebagai menghanyutkan bencana. Ritual ini biasanya dikaitkan dengan kegiatan spiritual dan mistik.
Menurut dia, semua bentuk bencana atau bahaya terjadi atas kehendak Allah SWT. Dia menyebut misalnya bahaya penyakit, bencana alam, dan lain sebagainya, terutama hama tikus yang sering melanda Desa Pemana.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












