

Maumere-SuaraSikka.com: Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK) Flores mencatat 127 korban kekerasan yang terjadi sepanjang tahun 2024 di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.
Dalam Catatan Tahunan (Catahu) 2024, Koordinator TRuK F Suster Fransiska Imakulata SSpS menyinggung motif, modus, dan tren yang terjadi pada kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2 kabupaten itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, setidaknya terdapat 4 motif, 4 modus, dan 2 tren yang mewarnai kekerasan terhadap perempuan dan anak. Motif, modus, dan tren, kata dia, mengakibatkan kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Motif
Motif kekerasan terhadap perempuan dan anak pada kasus ini, menurut TRuK F yakni faktor ekonomi, asmara, balas dendam, dan pendidikan.
Dari aspek ekonomi, Suster Fransiska Imakulata mengatakan kesulitan finansial sering kali mendorong eksploitasi perempuan dan anak, termasuk dalam kasus perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga.
Sementara dari aspek asmara, Suster Fransiska Imakulata memastikan relasi yang tidak sehat, seperti pacaran atau pernikahan yang penuh kontrol dan kekerasan, menjadi pemicu utama kekerasan emosional, fisik, dan seksual.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












