


Maumere-SuaraSikka.com: APBD Sikka Tahun 2026 reami ditetapkan, Senin (29/12). Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 1.240.085.000.000 dan Belanja Daerah sebesar 1.289.463.743.000, dengan kondisi defisit sebesar Rp 49.378.743.000.
Fraksi Partai Demokrat mensinyalir tahun anggaran 2026 sebagai tahun yang tidak ringan. Alasannya karena pada tahun anggaran itu masyarakat Kabupaten Sikka diperhadapkan dengan ruang fiskal yang semakin ketat, meningkatnya belanja wajib dan belanja mengikat, kewajiban pemenuhan prioritas nasional dan prioritas daerah, serta potensi ketidakpastian transfer pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi tersebut menuntut kita untuk menyusun APBD yang terukur, realistis, berkeadilan, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat,” sentil Jurubicara Fraksi Partai Demokrat Piet Christian da Cunha saat menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi terhadap Persetujuan dan Penetapan RAPBD 2026, Senin (29/12).
Catatan Kritis dan Rekomendasi Strategis
Pada momen penetapan APBD 2026, Fraksi Partai Demokrat memberikan beberapa catatan kritis dan rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah setempat. Fraksi Partai Demokrat menyoroti 6 hal penting yaitu efisiensi anggaran, defisit, pengurangan pagu politis DPRD Sikka, sinkronisasi, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan keberpihakan kepada layanan dasar.
Menurut Fraksi Partai Demokrat efisiensi anggaran tidak boleh berhenti pada jargon pemotongan. Fraksi Partai Demokrat mencermati bahwa struktur belanja masih menunjukkan porsi belanja operasi sangat dominan, dan porsi belanja modal relatif kecil.
Dari struktur APBD 2026 yang disampaikan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, diketahui Belanja Operasi dianggarkan Rp 1.029.801.878.808,44, dan Belanja Modal dianggarkan Rp 44.943.387.882,81.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












