




Maumere-SuaraSikka.com: Tahun pertama kepemimpinan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi terus menjadi sorotan. Dari salah satu aspel, Fraksi PDI Perjuangan menilai tata kelola pemerintahan dan perencanaan pembangunan masih lemah.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Benediktus Lukas Raja memandang sejumlah persoalan dalam pelaksanaan pemerintahan menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam tata kelola dan perencanaan pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menyebut beberapa contoh seperti keterlambatan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akibat kesalahan penganggaran, rendahnya realisasi belanja modal, hingga pekerjaan fisik yang tidak selesai tepat waktu.
“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi mencerminkan belum optimalnya kualitas perencanaan dan manajemen pelaksanaan program,” sentil dia di Pendapat Akhir Fraksi atas LKPJ Bupati Sikka Akhir Tahum 2025, Jumat (27/3).
Menurut Fraksi PDI Perjuangan, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa persoalan utama tidak hanya terletak pada keterbatasan fiskal, tetapi pada disiplin perencanaan, ketepatan penganggaran, dan konsistensi pelaksanaan. Rendahnya belanja modal, misalnya, berdampak langsung pada lambannya pembangunan, sementara pekerjaan yang tidak tuntas mencerminkan lemahnya pengendalian.
Dalam konteks ini, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti pengelolaan belanja pegawai yang perlu dihitung secara lebih cermat dan rasional, berdasarkan jumlah pegawai, pangkat, dan kebutuhan riil. Hal ini penting agar tidak terjadi kelebihan alokasi yang berujung pada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang cukup besar, sementara di sisi lain masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi secara optimal.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












