Kasus Matinya Noni, Dokter FX Lameng Ingatkan Penyidik Wajib Lakukan Autopsi Mayat dan Tes DNA

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 19:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 635 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter FX Lameng

Dokter FX Lameng

Maumere-SuaraSikka.com: Peristiwa kematian STN alias Noni, remaja perempuan berusia 14 tahun, hingga kini masih menyisakan misteri. Meski penyidik Reskrim Polres Sikka telah menetapkan 3 tersangka, kasus pembunuhan dan pemerkosaan tersebut belum terungkap secara transparan.

Dokter FX Lameng yang mengikuti peristiwa ini dari berbagai informasi, melihat banyak kalangan masih menyangsikan peran tersangka FRG sebagai pelaku utama. Menurut dia, keraguan tersebut bukan tanpa alasan. Usia pelaku yang baru 16 tahun, diragukan jika FRG melakukan tindakan nekad memperkosa dan membunuh korban. Apalagi, kata dia, korban dan pelaku adalah sahabat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Resor Sikka ini mengingatkan penyidik Reskrim Polres Sikka agar betul-betul memperhatikan
SOP (Standard Operating Procedure). Bagi dia, dalam menangani kasus pembunuhan yang disertai pemerkosaan, penyidik kepolisian harus cermat karena merupakan prosedur kompleks yang menggabungkan penanganan tindak pidana kekerasan seksual dan pembunuhan.

Baca Juga :  Imam Katolik di Sikka Dianiaya Umat Sendiri

Selain penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, menurut dia, yang sangat vital adalah Visum et Repertum. Penyidik wajib meminta Visum et Repertum kepada dokter forensik untuk membuktikan adanya kekerasan seksual (pemerkosaan) dan penyebab kematian (pembunuhan). Setelah itu, kata dia, dilanjutkan dengan pemeriksaan alat bukti, yaitu melakukan uji laboratorium forensik terhadap sampel yang ditemukan (bukti medis).

Baca Juga :  Hakim Tolak Praperadilan Penetapan dan Penahanan Tersangka TPPO Eltras Pub Maumere

“Unit Reskrim Polres Sikka harus menggunakan
penyidikan berbasis ilmiah (Scientific Crime Investigation). Polisi harus menggunakan metode ilmiah yang ada untuk mengungkap kejahatan berat ini dengan melibatkan analisis DNA,” seru Dokter FX Lameng di Maumere, Kamis (9/4).

Dia mengatakan kepolisian harus terlebih dahulu melakukan Visum et Repertum, Autopsi Mayat. Menurut dia, Reskrim Polres Sikka bisa meminta Dokter Forensik melakukan visum pada mayat korban. Bila di Maumere tidak ada Dokter Forensik, dia menyarankan Polres Sikka berkoordinasi dengan Polda NTT untuk mendatangkan tim Dokter Ahli Forensik/Medikolegal guna melakukan autopsi mayat.

Berita Terkait

SMKS Yohanes XXIII Maumere Masuk 100 SMK Prestasi di Indonesia
Gerbong PDIP Sikka Mulai Bergerak
Semarak Hari Buruh, Nakertrans Sikka Gelar Banyak Kegiatan
100 Sak Semen dari Julie Laiskodat, Percepatan Pembangunan Jalan di Desa Gera
Imam Katolik di Sikka Dianiaya Umat Sendiri
Hakim Tolak Praperadilan Penetapan dan Penahanan Tersangka TPPO Eltras Pub Maumere
Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka Rp 600 Ribu, PKB Sikka Usulkan Kurangi Dana Pokir DPRD
Jaksa di Sikka Minta Penyidik Kasus Pembunuhan Noni Dalami Keterlibatan Pelaku Lain
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Jumat, 10 April 2026 - 19:47 WITA

Mahfud MD Nilai Pernyataan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Bukan Makar

Jumat, 10 April 2026 - 18:43 WITA

Prabowo Ungkit Kelompok Tidak Mau Diajak Kerja Sama, PDIP Buka Suara

Selasa, 7 April 2026 - 19:54 WITA

Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!

Rabu, 1 April 2026 - 18:22 WITA

Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:45 WITA

Istana Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi pada 1 April 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:27 WITA

PDI Perjuangan Soroti Wacana Potong Gaji Pejabat, Minta Pemerintah Benahi Anggaran K/L

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:07 WITA

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Bagaimana Peluang Indonesia?

Berita Terbaru

Pelantikan 21 PAC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka

Daerah

Gerbong PDIP Sikka Mulai Bergerak

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:48 WITA

Kadis Nakertrans Sikka Verdinando Lepe bersama Panitia Pelaksana Hari Buruh usai bertemu Bupati Sikka, Selasa (28/4)

Daerah

Semarak Hari Buruh, Nakertrans Sikka Gelar Banyak Kegiatan

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:28 WITA