




Maumere-SuaraSikka.com: Partai Golkar Kabupaten Sikka di bawah kepemimpinan Gorgonius Nago Bapa dan Alfonsus Nafarete Situ Mekeng, menaruh perhatian serius kepada profesi guru di daerah itu. Perjuangan politik pun dilakukan dalam berbagai ruang terhormat, dengan memanfaatkan semua aspek dan potensi agar guru di daerah bisa memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.
Perhatian serius kepada para guru, sangat beralasan bagi barisan politisi pohon beringin itu. Partai Golkar Sikka kemudian membeberkan sejumlah alasan logis dalam meniti perjuangan bagi para guru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Antara lain disebutkan guru adalah pilar utama dalam sistem pendidikan. Guru adalah pembuat tembikar, dan anak didik adalah tanah liatnya. Guru adalah cahaya yang tak pernah padam. Salah satu pekerjaan yang paling terhormat di dunia adalah menjadi guru. Julukan klasik ini menekankan ketulusan guru dalam mendidik, menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, agen pembelajaran, dan ujung tombak pembentuk watak serta karakter anak bangsa.
“Namun, dalam realitas atau kenyataan yang terjadi di tingkat lokal daerah, kehormatan dan pengabdian guru, khususnya guru honorer, tidak berbanding lurus dengan penghargaan yang diterima,” demikian keterangan Gorgonius Nago Bapa dan Alfonsus Situ Mekeng dalam siaran pers Partai Golkar Sikka untuk para guru.
Enam Visi
Dalam Siaran Pers Nomor 005C/DPD-PG/SKA/VI/2026 tertanggal 1 Juli 2026, Partai Golkar Sikka mengaku memiliki visi besar untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, aspirasi guru. Setidaknya terdapat enam visi yang mereka perjuangkan.
Pertama, menjadikan suara rakyat suara guru sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan/keputusan, bekerja secara transparan, adil dan bebas dari praktik politik yang merugikan kepentingan rakyat. Kedua, mendukung pembangunan daerah dan nasional, dengan menghadirkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial dan pemerataan pembangunan.


Ikuti Kami
Subscribe












