Satu Lagi Eks Penumpang Lambelu Kembali ke Lokasi Karantina Terpusat

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 27 April 2020 - 22:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas PMI Sikka sedang menyemprot antiseptik, Senin (27/4) malam, di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka (foto: istimewa)

Petugas PMI Sikka sedang menyemprot antiseptik, Senin (27/4) malam, di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Satu lagi eks penumpang KM Lambelu, kembali ke lokasi karantina terpusat yang disiapkan pemerintah. Dia pun bergabung dengan kawan-kawannya di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka.

Yelvin Senda, 18 tahun, dijemput dari rumahnya di Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok. Dia dijemput dengan Mobil Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid 19.

Pemuda ini minta kembali ke lokasi karantina terpusat, karena merasa tidak nyaman menjalani karantina mandiri di rumahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satgas Covid Sikka mengirim ambulance untuk menjemput pemuda ini.

Baca Juga :  237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Yelvin Senda tiba di lokasi karantina terpusat pukul 19.04 Wita. Dia berpakaian rapi, dibaluti jaket berwarna merah. Pemuda tanggung ini mengenakan sandal jepit, dan menenteng tas pakaian.

Setiba di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, petugas PMI Sikka langsung menyemprotkan antispetik dan disinfektan.

Yelvin Senda sebelumnya menjalani karantina terpusat di Gedung SCC, sejak Selasa (7/4). Pada Jumat (23/4), ratusan eks penumpang KM Lambelu, termasuk Yelvin Senda, dipulangkan untuk menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Sebelumnya, seorang pelajar yang berdomisili di Kelurahan Madawat, hanya 2 jam saja di rumahnya. Eks penumpang Lambelu itu kembali lagi ke lokasi karantina terpusat, Jumat (23/4), dengan alasan kondisi rumah yang tidak layak untuk jarantina mandiri.

Lalu Senin (27/4) siang, Satgas Covid Sikka menjemput Muhamad Maman dari Desa Tuabao Kecamatan Waiblama. Pemuda 26 tahun ini, dikarantinakan di kebun sejak Jumat (23/4). Karena tidak tahan, apalagi dia sudah terserang flu, akhirnya meminta dijemput ke lokasi karantina terpusat.*** (eny)

Berita Terkait

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA