1 Tahun Menara Lonceng, Prank yang Sukses Menipu Banyak Orang

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 2 Februari 2023 - 10:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 42 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo bersama Uskup Maumere melakukan peletakkan batu pertama pembangunan menara lonceng pada 2 Pebruari 2022 lalu

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo bersama Uskup Maumere melakukan peletakkan batu pertama pembangunan menara lonceng pada 2 Pebruari 2022 lalu

PADA akhir tahun 2021, orang ramai bicara tentang wacana pembangunan menara lonceng. Diskursus seru terjadi pada berbagai ruang dan waktu. Banyak yang ragu jika rencana tersebut dapat diwujudnyatakan.

Tidak perlu butuh waktu lama. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dengan gaya dan caranya berhasil menghentikan pro kontra itu.

Bersama Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu — 2 Pebruari 2022 — Bupati Sikka melakukan peletakkan batu pertama pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha Maumere.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sikka menjawab keraguan para pihak yang belum percaya dan ragu akan rencana tersebut. Dia seakan menepis predikat “tukang janji” yang sering dilekatkan pada dirinya.

Suasana penuh kegembiraan terlihat pada wajah Bupati Sikka. Dia pantas bergembira, karena gagasan besar itu akhirnya mulai diwujudnyatakan.

Sejak hari itu, nama Bupati Sikka semakin populis. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan sebagai seorang kepala daerah, Menara Lonceng kian menaikkan popularitas dan daya tawar.

Banyak orang tidak segan-segan memberikan jempol dan apresiasi. Bahkan ada yang mulai berspekulasi politis, dengan menggiring opini kelayakan Bupati Sikka berlanjut 2 periode.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Yah, menara lonceng, kebijakan flamboyan pada akhir-akhir masa jabatan, seakan ikut menggetarkan denyut politik penghuni Kabupaten Sikka.

Satu tahun berlalu. Hari ini, 2 Pebruari 2023, mestinya fisik menara lonceng sudah berkisar 50 persen, bahkan lebih.

Itu kalau merujuk kepada keyakinan Ketua Pembangunan Menara Lonceng Adrianus Firminus Parera bahwa pembangunan direncanakan dalam 2 tahun.

Ternyata! Jangankan 50 persen. Satu batu tambahan pada peletakkan batu pertama, itu saja tidak ada. Aduhhhh, mama sayang eeeee.

Saya kembali teringat pernyataan Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera yang adalah Ketua Panitia Pembangunan Menara Lonceng, 4 hari setelah peletakkan batu pertama. Waktu itu sama sekali tidak ada progress pembangunan.

Adrianus Firminus Parera beralasan Panitia sedang konsolidasi penetapan rencana operasional.

Oh, sebuah argumentasi yang begitu luar biasa. Argumentasi yang meyakinkan sekali, seolah menggambarkan bagaimana situasi kerja cepat, kerja cerdas, dan kerja hebat Panitia.

Pertanyaannya, adakah konsolidasi sebagaimana dimaksud Sekda Sikka? Kalau ada, seperti apakah hasil konsolidasi?

Sekarang sudah hari ke-365. Masih adakah omong kosong tentang konsolidasi penetapan rencana operasional? Semoga tidak ada lagi banyolan-banyolan baru untuk menyelamatkan dan mengamankan diri.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Yah, gegap gempita dan semangat yang menggebu-gebu satu tahun lalu, ternyata hanya sebuah prank. Boleh dibilang ini adalah bentuk prank paling konyol di dunia.

Menara lonceng benar-benar menjadi prank yang sukses menipu banyak orang. Di satu sisi, satu dunia tertipu oleh kesombongan intelektual. Di sisi lain, satu dunia tertipu oleh miskinnya kemampuan berpikir.

Alhasil, gagasan menara lonceng yang mulia itu, naga-naganya hanya mau menggambarkan kekerdilan ide dan menunjukkan kebekuan otak.

Mereka yang terlibat dalam megaproyek Rp 12 miliar ini, sepertinya terkungkung dalam cara berpikir dan bertindak sendiri. Mereka menganggap diri sok cerdas dan sok hebat.

Fakta 1 tahun usia peletakkan batu pertama, tidak bisa dipungkiri bahwa ada yang salah dengan rencana pembangunan menara lonceng. Salahnya di mana?

Dengan kondisi kekinian hari ini, semua orang bisa saja meyakini terjadi kesalahan yang sangat kompleks dan tidak berdiri sendiri. Akar dari kesalahan yang sangat kompleks ini adalah leadership.*** (vicky da gomez)

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA