Maumere-SuaraSikka.com: Setelah 34 jam tenggelam di Perairan Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, akhirnya Yakobus Sawu ditemukan Rabu (22/2), dalam keadaan meninggal dunia.
Jasad korban kemudian dimasukkan dalam kantong jenazah, dan langsung dievakuasi ke pesisir laut untuk selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bola.
Korban diketahui beralamat di Dolekloang RT/RW 009/003 Dusun Natakoli Desa Natakoli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Karel Roni Ileng yang dikonfirmasi di Kantor Basarnas Maumere, memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kami sudah serahkan ke keluarga,” ujar dia, Rabu (22/2) di sela-sela kegiatan donor darah dalam rangka memperingati HUT ke-51 Basarnas.
Dia menjelaskan penemuan korban tenggelam terjadi pada Operasi SAR hari kedua. Sebelum melakukan operasi, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing persiapan personil dan alat.
Unsur Tim SAR yg terlibat yakni 6 orang Kansar Maumere, 1 dari Polres Sikka, 2 anggota Polsek Bola, 2 anggota Koramil Bola, 1 dari BPBD Sikka, 2 dari Tagana, serta masyarakat dan keluarga korban.
Sementara peralatan yang digunakan yakni 1 unit Rubber Boat 30 PK milik Kansar Maumere, 2 set peralatan selam, 1 set Palsar Air Lainnya, dan 1 unit Aqua Eye.
Selanjutnya sekitar pukul 08.50 Wita, 2 personil Tim Rescue Kansar Maumere melaksanakan penyelaman di sekitar dengan kedalaman 20 meter.
Upaya ini berhasil karena setelah 10 menit kemudian korban berhasil ditemukan dengan jarak 100 meter dari lokasi kejadian.
Diberitakan sebelumnya, Yakobus Sawu yang diduga epilepsi jatuh ke laut, lalu tenggelam dan menghilang di Perairan Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (20/2) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu Yakobus Sawu yang berusia 33 tahun, sedang memancing ikan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel menjelaskan Yakobus Sawu bersama kawan-kawannya pergi melaut untuk memancing ikan.
“Saat memancing, mendadak dia jatuh ke laut. Diduga penyakit epilepsi korban kambuh sehingga tidak bisa selamatkan diri,” jelas Mexianus Bekabel melalui siaran pers yang diterima media ini Selasa (21/2) pagi.
Setelah peristiwa tersebut, kata dia, masyarakat setempat langsung melakukan pencarian dengan menggunakan sampan. Namun upaya ini belum berbuah hasil.*** (eny)















