Sekilas Kisah Pemain Keduabelas di NTT

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 27 Agustus 2023 - 19:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 104 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persamimania away saat Liga 3 ETMC Tahun 2023 di Kabupaten Rote Ndao

Persamimania away saat Liga 3 ETMC Tahun 2023 di Kabupaten Rote Ndao

SEPAK BOLA NTT akhir-akhir ini diramaikan dengan kehadiran supporter militan. Seperti pemain keduabelas, mereka juga ikut berlaga dengan cara dan bentuk yang lain.

Para gila bola militan ini mengenakan jersey tim kebanggaan. Mereka menyatu dalam soliditas dan daya juang yang tinggi. Menyanyi dan menyanyi, dari pluit kick off sampai selesai pertandingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rata-rata lagu yang dinyanyikan masih adopsi dari supporter di Jawa sana. Mereka tinggal menyesuaikan saja. Belakangan ada yang mulai sedikit kreatif, membuat dan menciptakan sendiri lagu-lagu perjuangan.

Supporter militan seperti ini biasanya tidak peduli hasil yang diraih tim kebanggaan. Itu terlihat dari sepenggal syair, menang kalah dan seri, ku tetap bernyanyi.

Sikka punya Persami Mania. Ende dengan Red Boys 58. Ngada punya Ngada Mania. Lembata ada Lomblen Mania. Juga Flotim dengan Perseftim Mania.

Makin asyik lagi, para supporter ini mengusung jargon-jargon unik. Hanya satu kata, menggunakan bahasa daerah masing-masing. Tapi maknanya sangat dalam.

Teriakan Horo, pasti dari Sikka. Kalau Rore, sudah pasti untuk Ende. Meju, itu punya Ngada. Baleo, hanya ada di Lembata.

Sejarah
Supporter militan yang terkoordinir, mulai terlihat pada edisi ETMC 2015 di Kabupaten Sikka. Saat itu terbentuk kelompok supporter pendukung Persami Maumere yang diberi nama Persami Mania.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Persami Mania dibentuk berawal dari kekalahan tim tuan rumah Persami 1-2 dari Persadaya SBD pada laga pembukaan.

Hasil buruk ini tentu saja membuat malu fans Persami. Mereka tidak ingin Tim Hijau Putih terus-menerus dipermalukan di kandang sendiri.

Sekelompok anak muda mulai bergerak membentuk pemain keduabelas. Malam itu juga langsung dilakukan pertemuan.

Anak-anak muda ini kemudian setiap hari latihan menyanyi, dengan chan-chan yang diadopsi dari supporter tim-tim ternama di Malang, Surabaya dan Jakarta.

Persami Mania mulai eksis pada laga kedua Persami. Ekspresi dan kreatifitas mereka terus ditingkatkan setiap kali Persami berlaga. Gelora Samador da Cunha yang kering dan tandus spontan berubah segar akibat lautan hijau.

Persami yang kalah di pertandingan pembuka, seolah mendapat suntikan stamina baru dari Persami Mania. Alhasil Laskar Nian Tana keluar sebagai juara.

Dua tahun kemudian, edisi ETMC 2017 di Kabupaten Ende, muncul lagi Ultras Ende. Stadion Marilonga menjadi merah setiap kali Perse bermain.

Ngada Mania ikut meramaikan suasana saat itu. Persami Mania tidak diam. Mereka pun away ke kandang lawan.

ETMC 2019 di Kabupaten Malaka, hanya Persami Mania yang tampil gagah. Supporter lain sepertinya belum berani away. Tidak kelihatan supporter pendukung PS Malaka.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Di Kabupaten Lembata tahun 2022, antusias makin tinggi. Persami Mania dan Red Boys 58 muncul di Tanah Lomblen.

Mereka tidak sendiri. Lomblen Mania tampil perdana mendukung Persebata. Muncul juga perdana Perseftim Mania mendukung Perseftim.

Memang ada catatan buruk di tahun itu. Supporter Perseftim mengamuk, lalu merobohkan pagar batas dan bench, hingga mengganggu jalannya pertandingan Perseftim dan Perse.

Kini di Kabupaten Rote Ndao, edisi 2023. Persami Mania masih setia away sejak laga pembuka. Red Boys 58 datang kemudian. Begitu juga Lomblen Mania dan Perseftim Mania. Dalam perjalanan muncul juga supporter PS Kota Kupang.

Bagaimana suppporter tuan rumah? Tidak ada yang terkoordinir secara baik. Hanya terlihat sekelompok anak sekolah dasar yang semangat mendukung Perserond.

Mereka menyanyi 1 chan yang diulang-ulang terus, sambil diiringi dentuman drum band.

Ya, pemain keduabelas selalu memberi warna tersendiri pada turnamen sekelas Liga 3 ETMC.

Persami Mania, Red Boys 58, Lomblen Mania, Perseftim Mania, setidaknya telah memberikan hiburan khas kepada kaum gila bola dan masyarakat Rote Ndao.

Mereka anti rusuh. Mereka anti rasis. Mereka  cinta damai. Sepak bola NTT terus bergairah dengan kehadiran kelompok-kelompok supporter seperti ini.*** (vicky da gomez)

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA