


Maumere-SuaraSikka.com: Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flotim terus menyalak. Setiap saat bisa saja terjadi erupsi.
Hempasan abu vulkanik mengancam kehidupan masyarakat. Tak pelak, hingga Selasa (2/1) pukul 14.30 Wita, tercatat 2.254 jiwa terpaksa mengungsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Wulanggitang Frederikus Moat Aeng menjelaskan pengungsi terkonsentrasi pada sejumlah titik seperti di Kantor Kecamatan Wulanggitang, SDK Kemiri, CU Remaja Hokeng, Koramil Boru, Polsek Wulanggitang, dan SMPN 1 Wulanggitang.
Selain itu, kata dia, ribuan pengungsi melakukan evakuasi mandiri ke rumah-runah keluarga di Desa Boru, Boru Kedang, Pululera, dan Hewa.
“Di antara pengungsi ini ada juga kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi balita, disabilitas, dan ODGJ. Kami terus melakukan pendataan,” jelas dia melalui sambungan telepon, Selasa (2/1) malam.
Frederikus Moat Aeng menambahkan para pengungsi berasal dari Desa Klatanlow, Hokeng Jaya, dan Nawakote di Kecamatan Wulanggitang, dan Desa Dulipali Kecamatan Ilebura.
Dia menyebut sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan pengungsi seperti masker, alas tidur, makanan dan minuman, susu, obat-obatan, pembalut wanita dan popok bayi.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe











