


Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 167 warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur, terpaksa mengungsi ke Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka.
Data yang diperoleh media ini dari Kapolsek Waigete Iptu Wayan Artawan, 42 orang mengungsi secara mandiri pada Senin (1/1) pukul 02.00 Wita, 2 jam setelah pergantian tahun. Keputusan mengungsi ke rumah keluarga karena mereka mengalami sesak napas dan badan terasa gatal-gatal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pengungsi berasal dari Dusun Duang Desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, dan Dusun Klatanlo Desa Klatanlo Kecamatan Wulanggitang.
Disebutkan 6 KK dari Dusun Duang ditampung di rumah Kristianus Endi di Dusun Hikong Desa Hikong. Sementara 7 KK dari Dusun Klatanlo ditampung di rumah Lukas Warapuka di Dusun Kringa.
Para pengungsi terdiri dari orang dewasa, lansia, anak-anak, hingga balita, termasuk seorang disabilitas. Bahkan 3 orang lansia sedang mengalami stroke ringan.
Infornasi dari Iptu Wayan Artawan, hingga saat ini para pengungsi belum mendapat bantuan, baik dari Pemkab Flotim maupun Pemkab Sikka.
Sementara itu, secara terpisah Camat Talibura Lasarus Gunter yang dihubungi Rabu (3/1), membenarkan terdapat warga masyarakat dari wilayah Kecamatan Wulanggitang yang mengungsi ke Kecamatan Talibura.
“Iya benar mereka tinggal di rumah penduduk yang ada hubungan keluarga,” jelas Lasarus Gunter.
Dia merincikan data sementara pengungsi di Kecamatan Talibura yakni 36 orang di Desa Hikong, 25 orang di Desa Kringa, dan 106 orang di Desa Timutawa.
“Ini data sementara yang dapat kami sampaikan,” jelas dia.
Lasarus Gunter menambahkan pihak kecamatan bersama Kepala Puskesmas Boganatar telah memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Rudolfus Ali memastikan telah mendapat informasi dari Camat Talibura terkait 167 warga terdampak yang mengungsi ke Kecamatan Talibura.
“Sementara mereka masih dengan keluarga. Informasi ini sudah saya teruskan ke Kepala Dinas Sosial Flotim,” jelas dia.
Kcamatan Talibura sebagai wilayah yang paling dekat dengan Kabupaten Flotim, bisa saja menjadi alternatif lokasi pengungsian bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Pemerintahan Desa di Kecamatan Talibura perlu melakukan koordinasi yang baik agar para pengungsi mendapatkan bantuan logistik serta pelayanan kesehatan.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












