Paskah: Momentum Kebangkitan Melawan DBD dan Rabies

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 31 Maret 2024 - 10:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 345 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vicky da Gomez

Vicky da Gomez

Bukan tidak mungkin bakal terjadi, di belakang SEN, di belakang YY, bisa saja akan muncul kasus-kasus kematian berikutnya. DBD dan Rabies sudah “membunuh” banyak warga Kabupaten Sikka. Lalu apakah masyarakat Kabupaten Sikka harus menerima peristiwa duka ini sebagai hal yang biasa?

Sesungguhnya DBD dan Rabies bisa dicegah. Terlalu banyak cara dan strategi untuk menghentikan keganasan dua penyakit mematikan ini.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak cara dan strategi yang telah dilakukan pemerintah daerah, instansi teknis, termasuk berbagai kelompok elemen masyarakat. Namun harus diakui bahwa seluruh energi itu belum maksimal. Buktinya, masih saja ada korban yang “mati sia-sia”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu sejatinya Paskah yang kita rayakan sebagai kemenangan, sebagai peralihan dari duka menuju kegembiraan, dari belenggu menuju kebebasan, dari keadaan yang lama menuju yang baru, perlu dimaknai sebagai momentum kebangkitan melawan DBD dan Rabies.

Seluruh rakyat Kabupaten Sikka, baik kelompok masyarakat maupun lembaga-lembaga, dalam koordinasi pemerintah yang berperspektif melindungi rakyatnya, harus bangkit dalam kesadaran dan gerakan bersama mengenyahkan DBD dan Rabies dari muka bumi Nian Sikka.

Kesadaran dan gerakan bersama, mungkin ini yang kurang diefektifkan selama ini. Padahal praktiknya sangat sederhana. Misalnya, kesadaran untuk memberantas nyamuk aedes aegypti dengan setiap saat  melakukan 3M Plus. Atau kesadaran untuk vaksinasi hewan penular rabies. Hal yang sederhana, tapi nyatanya sukar dilaksanakan.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA