Wolbachia, Sejenis Nyamuk, Tapi Mengurangi DBD

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 4 Juni 2024 - 12:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 245 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyamuk Wolbachia

Nyamuk Wolbachia

DEMAM Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi penyakit menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini terus menunjukkan peningkatan kasus setiap tahunnya. Di Kabupaten Sikka Propinsi NTT, hingga 6 April 2024 dilaporkan 3 anak meninggal dunia akibat DBD (sc: suarasikka.com).

Di tengah kekuatiran tersebut, hadirlah inovasi teknologi nyamuk Wolbachia sebagai solusi baru dalam pengendalian DBD. Nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes Aegypti yang secara alami mengandung bakteri Wolbachia. Bakteri ini terbukti mampu menekan penyebaran virus Dengue dalam tubuh nyamuk, sehingga nyamuk Wolbachia tidak dapat menularkan virus Dengue kepada manusia.

Bagaimana Cara Kerja Nyamuk Wolbachia?
Telur nyamuk Wolbachia yang telah dikembangbiakkan di laboratorium disebarkan di area yang terdapat populasi nyamuk Aedes Aegypti. Telur nyamuk Wolbachia lalu menetas menjadi nyamuk dewasa dan kawin dengan nyamuk Aedes Aegypti liar.

Jika nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan nyamuk betina biasa, telur tidak akan menetas. Jika nyamuk betina ber-wolbachia kawin dengan nyamuk jantan biasa atau pun dengan nyamuk jantan ber-wolbachia, keturunannya akan ber-wolbachia juga, dan akan terus menyebarkannya ke generasi selanjutnya.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Seiring waktu, populasi nyamuk Wolbachia di area tersebut akan meningkat, menggantikan populasi nyamuk Aedes aegypti liar.

Dengan berkurangnya nyamuk Aedes Aegypti liar, kasus DBD di area tersebut pun akan menurun secara signifikan.
Nyamuk Wolbachia terbukti berhasil mengurangi DBD.

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:48 WITA

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA