Ratusan Masyarakat Adat di Sikka Tolak Pemberian HGU ke PT Kristus Raja

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 3 Juli 2024 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 8,624 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi damai masyarakat adat di Kantor Bupati Sikka, Rabu (3/7)

Aksi damai masyarakat adat di Kantor Bupati Sikka, Rabu (3/7)

Tanah seluas itu mencakupi 2 (dua) wilayah desa, yaitu Desa Nangahale Kecamatan Talibura dan Desa Runut Kecamatan Waigete. Belakangan sudah diterbitkan pula sertifikat sebanyak 10 persil.

Beberapa tokoh adat Suku Soge dan Suku Goban0

“Kami tidak mengakui dan menolak tunduk pada SK dan 10 Sertifikat HGU atas nama PT Krisrama,” demikian poin penting pernyataan sikap Masyarakat Adat.

Terdapat dua alasan yang mendorong masyarakat adat menolak SK dimaksud. Pertama, proses sosial menuju penerbitan SK dan 10 Sertifikat HGU tidak melalui dialog yang setara, adil, terbuka dan tuntas dengan masyarakat adat sehingga kondisi lapangan sesungguhnya belum clean and clear.

Perwakilan masyarakat adat menyerahkan pernyataan sikap kepada Kepala BPN Sikka

Kedua, SK dan 10 Sertifikat HGU dimaksud terindikasi cacat administrasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Masyarakat adat juga menyinggung contoh konkrit terkait dialog yang tidak tuntas dan belum clean and clear. Mestinya ada banyak sekali indikator, tetapi mereka hanya menyebut 2 contoh saja.

Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Pertama, pada 11 Nopember 2016 Bupati Sikka mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 444/HK/2016 tentang Tim Terpadu Identifikasi dan Verifikasi terhadap Masyarakat Tana Ai yang Menduduki Tanah Nagara EX Hak Guna Usaha PT Krisrama di Nangahale.

Berita Terkait

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:57 WITA

Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terbaru