Ketika dilakukan pengerucutan tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Ansy Lema yang diduetkan dengan Anita Gah selalu berada di posisi teratas.
Pada survei ini, Ansy Lema dan Anita Gah berhasil di posisi pertama dengan elektabilitas 33,4 persen. Disusul pasangan Melki Laka Lena dan Anita Nidya Mahenu di posisi kedua dengan raihan elektabilitas 28,3 persen. Kemudian Simon Petrus dan Adrianus Garu menempati posisi ketiga di angka yang terpaut cukup jauh yakni 13,7 persen.
Bahkan ketika pasangan Melki Laka Lena diganti menjadi Gabriel Abdi Kesuma Beri Binna, pasangan Ansy Lema dan Anita Gah masih saja berada di posisi teratas. Pada simulasi ini Ansy Lema-Anita Gah meraih 30,7 persen suara, diikuti Melki Laka Lena-Gabriel Abdi yang turun jadi 28,1 persen, dan Simon Kamlasi-Adrianus Garu mendapat 13,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ansy Lema mengakui Anita Gah punya posisi yang kuat untuk menjadi calon wakil gubernur. Namun dia juga mengakui saat ini masih membidik nama-nama lain dari sejumlah tokoh dan terus menjalin komunikasi dengan beebagai partai politik, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
“Ibu Anita adalah seorang politisi Demokrat yang telah menjadi anggota DPR RI beberapa periode, kalau tidak salah empat, dan kini akan menjadi anggota DPR periode kelima. Dalam survei Mas Burhan tampaknya beliau punya posisi yang baik sebagai bakal calon wakil gubernur. Tetapi ada nama-nama lain yang hari ini masuk juga dalam radar kami,” kata alumnus Seminari Pius XII Kisol itu.
Pendamping Ansy Lema masih terus menjadi misteri. Publik NTT menunggu saatnya Ansy Lema bersama PDI Perjuangan mengumumkan secara resmi pendamping Ansy Lema.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












