Ansy Lema Usung Pariwisata Juara Berbasis Komunitas

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 18 Oktober 2024 - 21:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 213 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Gubernur NTT Ansy Lema bicara pada Talkshow Expo Politeknik Negeri Kupang, Rabu (16/10)

Calon Gubernur NTT Ansy Lema bicara pada Talkshow Expo Politeknik Negeri Kupang, Rabu (16/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Calon Gubernur NTT nomor urut 1 Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema akan mengusung konsep community based tourism atau pariwisata berbasis komunitas yang mendukung keberlanjutan lingkungan untuk bisa menaikkan perekonomian NTT.

Ansy Lema mengatakan pariwisata berbasis komunitas adalah konsep pariwisata yang mengusung keterlibatan langsung masyarakat setempat dalam pengelolaan serta perolehan manfaat dari destinasi wisata yang ada di wilayah mereka. Masyarakat setempat tidak boleh terpinggirkan dan hanya menjadi penonton.

“Masyarakat harus menjadi tokoh atau pelaku dalam pariwisata. Contoh sederhana, bagaimana sabun dan tusuk gigi yang ada di hotel atau penginapan bisa diproduksi dari masyarakat lokal. Bagaimana para petani, peternak, nelayan, pelaku travel, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah bisa mendapatkan manfaat dari pariwisata,” ujar mantan Anggota DPR RI ini dalam Talkshow Expo Politeknik Negeri Kupang, Rabu (16/10).

Ansy-Jane usung pariwisata berbasis komunitas

Menurut Ansy Lema, pariwisata adalah sektor penggerak ekonomi masyarakat. Dengan melakukan percepatan pembangunan pada sektor pariwisata, secara langsung dapat menggerakkan roda perekonomian pada berbagai sektor lainnya, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian, peternakan, transportasi, hingga UMKM.

Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

“Pariwisata itu ibarat lokomotif kereta yang menarik gerbong-gerbong di belakangnya. Multiplier efek yang ditimbulkan dari sektor pariwisata sangat besar,” terang pria kelahiran Kota Kupang ini.

Dia menjelaskan Propinsi NTT memiliki potensi pariwisata yang ikonik, unik dan khas. Secara garis besar ada empat jenis pariwisata di NTT, yaitu pariwisata alam, budaya, religi dan sejarah.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA