Melalui rilis yang diterima media ini, Senin (11/11), Dokter Asep Purnama menggambarkan cukup banyak hal menarik, termasuk keprihatinan terhadap aspek kesehatan para pengungsi yang berjumlah lebih dari 1.000 orang.

Menuju Lokasi Pengungsian
Rombongam aksi kemanusiaan bergerak pukul 07.00 Wita dari rumah Ketua IDI cabang Sikka Dokter Thadeus Watu. Mereka berangkat secara konvoi menggunakan 14 unit kendaraan menuju 3 lokasi pengungsian.
Sepanjang perjalanan, kisah dia, tampak tumpukan abu di jalan, dedauan dan atap rumah warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semakin mendekati lokasi pengungsian abu vulkanik semakin tebal, dan akan beterbangan manakala tertiup mobil yang melintas. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang hanya beberapa meter saja.
Jalur jalan ke lokasi pengungsian cukup ramai, didominasi kendaraan pengangkut bantuan dan logistik, tangki pengangkut air, kendaraan BNPB dan kendaraan operasional lainnya.
Dia lalu membayangkan kondisi sulit ini bagi warga yang tinggal di sepanjang jalan, yang setiap hari secara tidak sadar menghirup dan “makan” debu vulkanik yang mengandung silica, salah satu bahan baku pembuat kaca.


Ikuti Kami
Subscribe












