DAM merupakan anak kandung Direktur PT Timur AHAVA Perkasa, kontraktor pelaksana Pekerjaan Pembangunan Gedung Rawat Inap di RS Pratama Doreng.
Laki-laki ini memiliki peran penting dalam Pekerjaan Pembangunan Gedung Rawat Inap RS Pratama Doreng. Tim Penyidik menyebut perjanjian pekerjaan antara PPK dengan PT Timur AHAVA Perkasa Kupang dilakukan addendum sebanyak 2 kali dengan total waktu pengerjaan 488 hari kalender sejak tanggal SPMK yakni 27 Juli 2022.
Peran penting DAM pernah disampaikan Tim Penyidik saat menetapkan Penjabat Pembuat Komitmen Gregorius Geovanny sebagai tersangka pada akhir Nopember 2024 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat itu disebutkan seluruh addendum dilakukan oleh DAM tanpa sepengetahuan Charly Robin Arifin. Padahal Charly Robin Arifin merupakan Kepala Cabang PT Timur AHAVA Perkasa Kupang, orang yang bertanggungjawab penuh atas seluruh alur keuangan proyek.
Peran lain DAM yakni memerintahkan Clinton Maruli Surya Simanjuntak memalsukan tanda tangan Charly Robin Arifin saat penandatanganan kontrak bersama PPK.
Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini, Tim Penyidik telah memeriksa 14 orang saksi. Media ini mendapat kabar DAM sebagai salah satu saksi tidak pernah memenuhi panggilan Tim Penyidik untuk memberikan keterangan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












