Membedah Arogansi Ahok Versus Leadership Simon Mantiri: Sebuah Analisis dalam Membenahi Tata Kelola Energi Nasional

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 22 Maret 2025 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,952 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rogger Evantino saat diwisuda pada Pebruari 2024 lalu di Kampus Universitas Pertahanan RI

Rogger Evantino saat diwisuda pada Pebruari 2024 lalu di Kampus Universitas Pertahanan RI

Di balik kalimat permintaan maaf Simon, tersimpan kenyataan getir bahwa hari ini Pertamina tidak sedang baik-baik saja. Permintaan maaf dari pucuk pimpinan bukan hal yang biasa dalam kultur BUMN yang cenderung defensif. Namun, inilah pil pahit yang harus ditelan. Publik pantas kecewa karena negara dirugikan trilunan rupiah, dan kepercayaan terhadap tata kelola energi terguncang.

Namun di sisi lain, permintaan maaf ini bisa menjadi momentum awal bagi PT Pertamina untuk penataan ulang. Dalam konteks budaya korporasi BUMN yang cenderung feodal dan tertutup, sikap Simon ini merupakan anomali sekaligus harapan. Permintaan maaf Simon adalah isyarat bahwa ada kesadaran dari dalam Pertamina sendiri bahwa sistem mereka bermasalah.

Namun permintaan maaf saja tidak cukup. Perlu langkah nyata seperti audit menyeluruh, rotasi pejabat larna yang terindikasi bermain mata, serta keterbukaan terhadap aparat hukum dan publik. Ini bukan saatnya melindungi reputasi institusi dengan diam, tetapi saatnya membangun kembali kepercayaan rakyat dengan tindakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan maaf Simon meskipun pahit, bisa menjadi pijakan moral untuk babak baru reformasi PT Pertamina. Namun pertanyaan terbesarnya adalah apakah maaf ini akan diikuti oleh keberanian untuk bersih-bersih tanpa kompromi, atau akan berhenti sebagai kalimat manis penenang amarah publik?

Harapan Baru Tata Kelola Energi Nasional
Jika bicara tentang tata kelola energi dalam mendukung ketahanan energi nasional, maka tidak bisa tidak, harus terlebih dahulu membersihkan rumah dari dalam. Ketahanan energi bukan hanya soal kapasitas produksi, kilang modern, atau subsidi yang tepat sasaran.

Tata kelola energi nasional juga sangat bergantung pada integritas sistem distribusi, transparansi pengadaan, dan akuntabilitas manajemen. Apa gunanya cadangan energi melimpah jika sistem yang mengelolanya penuh lubang korupsi?

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA