Ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati mendapat sorotan serius dari anggota DPRD Sikka. Sekretaris Fraksi Partai Perindo Marthen Luther Adji menuding pemerintah tidak menghargai lembaga DPRD Sikka.
“Benar ada Sekda, tapi kan kita butuh Bupati atau Wakil Bupati sebagai pengambil keputusan. Kalau Sekda, bisa jadi nanti dibilang offside. Jadi sebaiknya ditunda saja,” ujar Marthen Luther Adji.
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni keberatan jika Sekda Sikka yang dimandatkan menghadiri Rapat Kerja. Dia menyebut pada rapat-rapat sebelumnya, Sekda Sikka selalu menolak menjawab pertanyaan-pertanyaan anggota DPRD Sikka dengan alasan kewenangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu juga usulan lain dari beberapa anggota DPRD Sikka yang sebagian besarnya meminta agenda rapat dijadwalkan ulang karena Rapat Kerja harus dihadiri Bupati atau Wakil Bupati Sikka.
“Rapat Kerja ini penting. Masalah inflasi juga penting. Tetapi mestinya Bupati dan Wakil Bupati bisa berbagi waktu, satunya ke sini, satunya ikut zoom meeting,” ungkap kesal Ketua Fraksi Partai Perindo Lukas Lero.
Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi menerangkan sudah sejak lama DPRD Sikka merekomendasikan pemerintah agar mengaktifkan kembali Dokter Remidason Riba dan Dokter Erfleniati Jati.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












