Paus Fransiskus acap kali menggemakan pesan tentang kasih tanpa syarat, pengampunan, dan solidaritas lintas batas, baik dalam homili, dokumen resmi, maupun kunjungan pastoral ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke daerah konflik, kamp pengungsi, hingga ke wilayah mayoritas non-Katolik.
“Dengan rasa syukur yang mendalam atas teladannya sebagai murid sejati Tuhan Yesus, kita menyerahkan jiwa Paus Fransiskus ke dalam kasih ilahi yang tak terbatas dan penuh belas kasih dari Allah Tritunggal,” lanjut Kardinal Kevin Farrell dalam pengumumannya.
Kabar duka ini langsung disambut dengan lonceng kematian berdentang dari Basilika Santo Petrus. Sejumlah umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus tampak menundukkan kepala dalam doa. Bendera Vatikan pun dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paus Fransiskus diketahui masih menghadiri Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (20/4). Dalam kesempatan tersebut, Paus menyampaikan khotbah Urbi et Orbi yang menyerukan perdamaian dan kemanusiaan.
“Di hadapan kekejaman konflik yang melibatkan warga sipil tak bersenjata dan penyerangan sekolah, rumah sakit, dan petugas kemanusiaan, kita tidak boleh lupa bahwa mereka bukan target serangan, tetapi manusia yang masing-masing memiliki jiwa dan martabat,” kata Sri Paus dalam kotbahnya, Minggu (20/4).*** (*/eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe











