Selamatkan Anak-Anak dari Bahaya Rabies, Tim Keswan Sikka Laksanakan KIE di SD Boganatar

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 209 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Hewan Yosephina Lapilia sedang memberikan KIE Rabies kepada.pelajar SD Boganatar, Rabu (21/5)

Dokter Hewan Yosephina Lapilia sedang memberikan KIE Rabies kepada.pelajar SD Boganatar, Rabu (21/5)

“Mereka sudah mulai tahu kalau lihat anjing harus menghindar, jangan ganggu, jangan injak ekor, jangan lempar kalau anjing lagi makan. Anjing harus diikat, termasuk harus segera cuci luka kalau digigit anjing. Syukurlah mereka sudah mulai mengerti,” ujar Albert Gobang.

Abas, pelajar SD Boganatar yang pernah digigit anjing terduga rabies, diberikan kesempatan menyampaikan testimoni sejak digigit anjing hingga penanganan kesehatan dari tenaga kesehatan. Dia juga berbagi pesan kepada teman-temannya agar memrioritaskan keselamatan jiwa.

Baca Juga :  Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Setelah dari SD Boganatar, Tim Keswan melanjutkan KIE ke Kantor Desa Kringa. KIE di instansi pemerintahan merupakan program rutin yang dilaksanakan Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim Keswan juga sudah menjadwalkan KIE Rabies di SDN Kringa. Albert Gobang mengatakan KIE di sekolah itu penting sekali dilakukan mengingat pada awal Mei baru-baru ini terjadi kasus gigitan anjing terduga rabies. Korban gigitan sebanyak 9 orang, semuanya adalah anak-anak sekolah dasar.

Baca Juga :  Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

“Kami sudah jadwalkan, sekaligus menjawabi permintaan desa dan sekolah,” jelas dia.

Selain dua sekolah tersebut, Albert Gobang memastikan KIE Rabies terbuka dilaksanakan di sekolah-sekolah dasar lainnya. Mengingat keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi pelaksanaan KIE Rabies perlu direncanakan secara baik.

Berita Terkait

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:37 WITA

Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:17 WITA

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Minggu, 26 April 2026 - 08:29 WITA

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Berita Terbaru