“Mereka sudah mulai tahu kalau lihat anjing harus menghindar, jangan ganggu, jangan injak ekor, jangan lempar kalau anjing lagi makan. Anjing harus diikat, termasuk harus segera cuci luka kalau digigit anjing. Syukurlah mereka sudah mulai mengerti,” ujar Albert Gobang.
Abas, pelajar SD Boganatar yang pernah digigit anjing terduga rabies, diberikan kesempatan menyampaikan testimoni sejak digigit anjing hingga penanganan kesehatan dari tenaga kesehatan. Dia juga berbagi pesan kepada teman-temannya agar memrioritaskan keselamatan jiwa.
Setelah dari SD Boganatar, Tim Keswan melanjutkan KIE ke Kantor Desa Kringa. KIE di instansi pemerintahan merupakan program rutin yang dilaksanakan Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim Keswan juga sudah menjadwalkan KIE Rabies di SDN Kringa. Albert Gobang mengatakan KIE di sekolah itu penting sekali dilakukan mengingat pada awal Mei baru-baru ini terjadi kasus gigitan anjing terduga rabies. Korban gigitan sebanyak 9 orang, semuanya adalah anak-anak sekolah dasar.
“Kami sudah jadwalkan, sekaligus menjawabi permintaan desa dan sekolah,” jelas dia.
Selain dua sekolah tersebut, Albert Gobang memastikan KIE Rabies terbuka dilaksanakan di sekolah-sekolah dasar lainnya. Mengingat keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi pelaksanaan KIE Rabies perlu direncanakan secara baik.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












