Pegawai BTPN Maumere Tolak Dituding Ayah Biologis, Maria Avelina Tantang Tes DNA

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 26 Mei 2025 - 20:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 3,315 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meridian Dewanta Dado

Meridian Dewanta Dado

Meski sadar dan mengetahui sudah sama-sama berkeluarga, Maria Avelina dan GS dari hari ke hari justeru semakin intens saling memadu kasih. Sehingga terjadilah hubungan intim layaknya suami/istri pada Oktober 2019.

Maria Avelina kemudian hamil. Komunikasi antara perempuan ini dengan GS tetap berlangsung baik dan responsif, baik melalui chat dan telpon.

Saat usia kehamilan 7 bulan, malapetaka mendatangi Maria Avelina. Dia diusir dari rumah keluarganya. GS kemudian menyarankan Maria Avelina kontrak rumah di belakang BRI Unit Pahlawan.

Pada tanggal 8 Juli 2020, terang Meridian Dewanta Dado, kliennya melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki. Anak itu kemudian diberi nama dengan initial ADJN. Siang setelah melahirkan, Maria Avelina sempat mengirim foto anaknya ke GS. Begitu pun saat anak berusia 3 minggu mengalami panas tinggi, GS mentransfer uang ke Maria Avelina senilai Rp 500.000.

Baca Juga :  BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Setelah itu GS mulai hilang jejak. Setiap kali Maria Avelina menelpon menggunakan nomor baru, langsung diblokir.

“Akibatnya klien saya harus banting tulang mengurus anaknya yang divonis dokter menderita sakit kelenjar getah bening, sakit paru-paru dan asma akut sampai dengan anak masuk dalam daftar bayi kurang gizi/stunting,” terang Meridiab Dewanta Dado.

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru