

Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka merencanakan target Pendapatan Asli Daerah Tahun 2025 sebesar Rp 113.690.380.553. Target ini ternyata tidak sebanding dengan rendahnya kinerja kerja.
Dalam waktu 6 bulan pertama, realisasi PAD masih jauh dari harapan. Bupati Sikka Juventus Prima Yoria Kago menyebut hingga 26 Juni 2025, realisasi baru mencapai 25,74 persen atau setara Rp 29.266.632.828,75. Sumber PAD yang bisa andalkan yakni Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. Pos ini dengan target Rp 1 miliar, sudah terealisasi Rp 2.636.916.846 atau 263,59 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari penyampaian Bupati Sikka, paling miris terlihat pada 3 sumber lainnya yakni Retribusi, Pajak, dan Lain-Lain PAD yang Sah. Untuk pos retribusi, dengan target Rp 65.228.753.813, realisasi baru sebesar Rp 10.617.914.765, atau 16,27 persen.
Lalu target pajak sebesar Rp 38.156.896.345, realisasi baru sebesar Rp 12.163.493.253,00 atau 31,87 persen. Dan Lain-lain PAD yang Sah dengan target Rp 9.304.730.395, baru terealisasi Rp 3.849.307.964,75 atau 41,36 persen.
Terhadap rendahnya realisasi PAD 2025 dalam 6 bulan pertama ini, Fraksi-Fraksi di DPRD Sikka tampak marah. Ekspresi kekecewaan para wakil rakyat terungkap melalui Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi.
Piet Christian da Cunha dari Fraksi Partai Demokrat menyebut rendahnya realisasi PAD Sikka menunjukkan bahwa persoalan struktural dalam manajemen pendapatan masih belum teratasi secara signifikan. Sementara Heriawan dari Fraksi Partai Nasdem pesimis pemerintah bisa mencapai target PAD 2025.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












