Dia menambahkan program ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2026. Menurut dia, dalam KUAPPAS 2026 Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 10,3 miliar. Pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan BPK Perwakilan NTT agar pemanfaatan dana ini tidak mengandung masalah.
Bupati Sikka menyebut penerima bantuan 6.041 jumlahnya belum terlalu banyak jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Dia mengaku akan terus melakukan konsultasi agar tahun-tahun ke depan bisa lebih banyak lagi.
Dia belum berani memastikan bantuan semacam ini bisa diintervensi juga melalui APBD 2. Alasannya karena keterbatasan dana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ke depan kami juga pasti punya dukungan dengan pekerja rentan. Saat ini PEN tiap tahun dipotong Rp 37 miliar, lalu kita juga kena efisiensi. Kita ini hanya gagah-gagah saja tapi tidak ada uang,” ujar dia.
Bupati berpesan kepada semua penerima bantuan agar lebih produktif lagi bekerja. Dukungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian harus menjadi penyemangat bagi penerima bantuan dalam meningkatkan kesejahteraan.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












