Camat Waiblama Fransiskus Ismail berpendapat kehadiran perguruan tinggi di Tana Ai sangat penting. Dia lalu membeberkan potensi yang telah dibuat berdasarkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats).
“Potensi kita ada. Karakterisrik ke masyarakat terutama berkaitan dengan pendidikan, kesadaran akan pendidikan sudah mulai meningkat, dan itu kita bisa lihat dari angka partisipatif sangat luar biasa, dan ini jadi potensi yang bisa kita kembangkan,” ungkap Fransiskus Ismail bersemangat.

Dinamika pertemuan berlangsung hidup, sambil memperhatikan masukan dan usul saran peserta. Landasan hukum dan persyaratan mendirikan sebuah perguruan tinggi, menjadi diskusi yang menarik dan serius demi menggolkan mimpi besar ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berpijak pada pikiran yang sama bahwa kehadiran perguruan tinggi di Tana Ai sudah menjadi kebutuhan, akhirnya Forum Solidaritas Perguruan Tinggi Tana Ai bersepakat mendirikan perguruan tinggi. Semua anggota Forum yang hadir sepakat mengawal proses pendiriannya dengan melibatkan seluruh masyarakat Tana Ai dan para pihak yang berkompeten.
Mayoritas anggota Forum yang hadir menginginkan pendirian Lembaga Pendidikan Tinggi Tana Ai berbasis vokasi yang berbentuk Politeknik Pertanian.
Adapun sejumlah Program Studi yang direncanakan seperti Budidaya Tanaman dan Hortikultura, Budidaya Ternak Unggas, Ruminansia dan Kesehatan Hewan, Perikanan dan Kelautan, Akuntansi, Kewirausahaan, dan Prodi Teknologi Pengolahan Pangan dan Gizi. Semua prodi ini dimaksudkan untuk menyerap tamatan SMA se-Tana Ai dan sekitarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












