Dari Ruang Hemodialisis ke Ruang Hukum: Menagih Hak Insentif Covid-19 yang Hilang

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 09:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,328 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rudolfud P Mba Nggala

Rudolfud P Mba Nggala

PANDEMI Covid-19 telah mengajarkan kita bahwa tenaga kesehatan adalah garda terdepan yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan pasien. Mereka disebut pahlawan, diberi tepuk tangan, bahkan disebut bagian dari “prajurit perang melawan virus”.

Namun, di balik retorika itu, tersimpan kisah pilu tenaga kesehatan di Unit Hemodialisis (HD) RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka Propinsi NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama dua tahun penuh (2021-2022) mereka menangani pasien Covid-19, termasuk membuka shift tambahan dinihari khusus pasien positif. Bahkan ada yang bekerja dalam kondisi hamil dengan mengenakan APD level 1. Namun ketika tiba saat pembagian insentif Covid-19, mereka dikesampingkan dengan alasan yang terdengar sederhana: “Anda pegawai pihak ketiga, bukan pegawai rumah sakit”.

Pertanyaannya, apakah status outsourcing sah dijadikan alasan untuk menolak hak insentif Covid-19?

Fakta yang Tak Terbantahkan
Unit Hemodialisis RSUD TC Hillers Maumere memang dikelola melalui kerja sama dengan PT Masa Cipta Husada (MCH). Tetapi keterlibatan tenaga kesehatan HD dengan sistem rumah sakit tidak bisa disangkal.

Pertama, dokter spesialis dan perawat PNS resmi diperbantukan ke unit HD sejak 2017.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA