“Selama ini warga Kojagete, khususnya ibu-ibu hamil sering kali mengalami kesulitan jika dirujuk ke Puskesmas Teluk, karena letaknya jauh dan harus menyeberangi lautan,” ujar dia.
Ketua Fraksi Garda Solidaritas Hyginus Claudius Daga ikut memberikan apresiasi. Politisi Partai Garuda itu berharap pendekatan pelayanan ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat 3 dusun di Desa Kojagete.
Sementara itu anggota DPRD Sikka Fabianus Toa dari Fraksi Partai Gerindra ikut gembira dengan peningkatan status Pustu Kojagete menjadi Puskesmas Kojagete. Fabianus Toa pantas bergembira karena dia mencatat sejarah yang tidak bisa dilupakan dari aspek pelayanan kesehatan di Kojagete.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fabianus Toa, wakil rakyat 2 periode itu pernah menganggarkan dana pokir Rp 1 miliar untuk pembangunan Pustu Kojagete. Niat tulus itu dia lakukan setelah mendapat begitu banyak keluhan dari warga Kojagete saat dirinya melakukan reses di Dusun Nebura.
Dia menjelaskan saat reses ibu-ibu mendesak agar dibangun rumah sakit untuk melayani warga 3 desa wilayah kepulauan, yakni Kojagete, Kojadoi, dan Parumaan.
“Mereka alasan karena kalau sakit harus ke Puskesmas Teluk. Belum lagi, jika musim barat, banyak ibu yang terpaksa melahirkan di atas motor laut,” ujar dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












