Awalnya Musdalifah dan anggota keluarga menjadi peserta JKN melalui bantuan pemerintah. Waktu itu dia didata oleh aparat pemerintah desa. Saat kini Musdalifah sudah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sehingga kepesertaannya dialihkan dari bantuan pemerintah ke tanggungan tempatnya bekerja. Dia pun memastikan keaktifannya secara rutin, antata lain dengan mengecek langsung ke Kantor BPJS Kesehatan.
“Tadi saya cek, alhamdulillah sudah aktif dari tempat saya bekerja. Tadi dibantu cek oleh Pak Satpam di mesin di depan. Pelayanan sangat baik, saya ditanya kebutuhannya apa dan langsung dibantu,” ujar Musdalifa.
Menurut Musdalifa, pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Maumere sangat baik, apalagi dengan adanya Anjungan Mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (AMAN JKN). Peserta yang datang akan dibantu untuk pengecekan data pesertanya oleh petugas Satpam. Peserta tidak perlu mengambil nomor antrian dan menunggu dalam waktu yang lama.
Musdalifa mengaku selalu merasakan kemudahan saat mengakses layanan kesehatan. Bukan hanya pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tetapi saat pelayanan di rumah sakit. Dia menceritakan tahun 2018 saat anak kelima lahir di rumah sakit. Waktu itu kelahiran lebih cepat dari perkiraan.
“Tahun 2018 saya melahirkan anak kelima dengan Program JKN di rumah sakit. Saya waktu itu USG di Maumere. Saya terdaftar di Puskesmas Teluk. Jarak Maumere ke Teluk jauh karena harus menyeberang dengan kapal. Ternyata malam itu saya sudah merasakan sakit-sakit mau melahirkan. Saya pun dibawa ke Rumah Sakit TC Hillers dan melahirkan normal,” ujar Musdalifa.
Musdalifa berpendapat penting bagi masyarakat untuk menjadi peserta JKN. Biaya berobat saat ini terhitung cukup mahal, apalagi saat mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit. Musdalifa menyinggung temannya baru mendaftar menjadi Peserta JKN di saat sakit dan membutuhkan biaya besar.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















