


Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengaku prihatin dengan persoalan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang baru-baru ini mengakibatkan 1 anak perempuan berusia 11 tahun meninggal dunia. Dia mengingatkan semua pihak agar selalu mewaspadai penyakit ini.
Untuk mencegah korban DBD tidak bertambah, termasuk juga penyakit lain seperti malaria dan rabies, Bupati Sikka berencana dalam waktu dekat ini akan memanggil semua pemangku kepentingan seperti Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD TC Hillers Kepala Puskesmas, Camat, Lurah dan Kepala Desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya akan panggil semua mereka, kita gelar rapat koordinasi, sehingga ada langkah-langkah antisipatif untuk bersama-sama melawan penyakit-penyakit ini,” ujar Bupati Sikka yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/1).
Sebagaimana diketahui, Febriana Fianti yang beralamat di Potet Dusun Kewagunung Desa Seu Sina Kecamatan Kewapante, meninggal dunia Sabtu (10/1) dinihari di RSUD TC Hillers Maumere. Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus memastikan korban meninggal dunia karena terserang DBD.
Kematian anak perempuan berusia 11 tahun ini seolah mempertegas bahwa penyakit DBD belum hilang dari Kabupaten Sikka. Selama tahun 2025 dengan 353 kasus tanpa kematian, DBD mendadak muncul pada hari kesepuluh di tahun 2026, dan dikagetkan dengan 1 korban meninggal dunia.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe











