Roma dan Pilkada Sikka 2024

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 29 November 2022 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 46 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Gaharpung

Marianus Gaharpung

Perjalanan kepemimpinan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego Idong —  sering disapa Robi Idong — dan Wabup Sikka Romanus Woga yang dikenal dengan Paket Roma (Robi-Romanus), sudah selesai pada tahun ke-4 sejak 20 September 2022.

Era Roma penuh dengan dinamika yang menarik pada hampir setiap aspek. Salah satunya, yakni isu hubungan kurang mesra antara Bupati dan Wabup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar buruk yang tersiar, inharmonisasi ini mulai terasa ketika pemimpin dari jalur independen ini memasuki tahun ketiga perjalanan roda pemerintahan.

Dampak politis inharmonisasi, pada hemat saya, berbias kepada sikap harap-harap cemas masyarakat. Terutama menjelang Pilkada 2024 mendatang. Kenapa? Bisakah Roma berlanjut pada periode kedua?Jawaban hanya pada mereka berdua yang tahu.

Kini perjalanan Roma sudah memasuki tahun kelima. Kurang lebih  tinggal 10 bulan lagi keduanya mencapai garis finish.

Menyimak perjalanan politis selama 4 tahun lebih, warga Sikka tentu saja dapat merekam bagaimana hubungan kemesraan orang nomor satu dan dua di Sikka.

Kabar yang terendus bahwa Bupati Sikka ternyata tidak komitmen dengan apa yang sudah disepakati.

Dalam rekaman publik, penyelenggaraan tata kelola Pemkab Sikka, sungguh dimonopoli Bupati Sikka.

Terbukti bidang-bidang tugas dan tanggung jawab yang sudah disepakati yang menjadi wewenang Wabup Sikka, tidak ditepati alias diambilalih semua.

Jika kabar tidak sedap ini sungguh benar, maka sudah sangat pasti Paket Roma pecah kongsi menuju Pilkada 2024.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Kondisi pecah kongsi  bisa saja membuat Roma pincang menuju perhelatan suksesi tahun 2024.

Ingkar Janji
Selain persoalan pecah kongsi, ziarah politik Roma juga membersitkan pertanyaan-pertanyaan substantif terkait penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan.

Apa saja keberhasilan yang sudah diraih? Apa saja yang gagal? Apa saja yang hanya penuh dengan janji?

Pemimpin publik mulai dari Presiden sampai Gubernur, Bupati/Walikota, jangan sekali-sekali suka ingkar janji terhadap rakyatnya sendiri.

Keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati Sikka wajib diukur dari visi misi sang pemimpin yang dalam sistem administrasi terdokumentasi pada Perda RPJMD.

Visi misi itu lalu diwujudkan sepenuhnya dalam APBD. Kemudian dieksekusi dalam tata kelola administrasi pemerintahan.

Nah, selama empat tahun, dan sekarang sedang memasuki tahun kelima, apakah pemanfaatan APBD Sikka sudah menjawab visi misi Roma?

Publik sudah tidak asing lagi dengan main issues yang menjadi jualan utama paket Roma yakni pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Nian Sikka. Dalam konteks ini, pertanyaan lanjutannya yakni apakah hak-hak dasar masyarakat sudah terpenuhi? Atau hanya sekadar jualan belaka?

Pendidikan, pembukaan lapangan pekerjaan, kesehatan, peningkatan ekonomi, transportasi serta terpenting penyelenggaraan pemerintahan, apakah sudah terpenuhi?

Begitu juga korupsi, apakah sudah berakhir? Atau bisa jadi korupsi makin membabi buta pada dinas atau badan di Pemkab Sikka?

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Hanya masyarakat Nian Tana Sikka sebagai penerima pelayanan tata kelola administrasi Pemkab Sikka yang bisa menjawab hal-hal tersebut di atas. Benar sungguh dilaksanakan, ataukah penuh janji melulu.

Pada era otonom dengan konsep desentralisasi, ruang kreativitas kepada pemimpin di daerah seharusnya lebih fleksibel.

Termasuk bagaimana pemimpin mengeksekusi dana bantuan pusat dan terutama menggali potensi-potensi yang ada di daerahnya menjadi barang jadi yang mempunyai nilai ekonomis demi menaikkan PAD.

Apakah Roma sudah mampu melakukannya selama empat tahun, dan sekarang masuk tahun kelima? Atau hanya bekerja berdasarkan belas kasihan pusat berupa DAK dan DAU?

Jika hanya mengandalkan bantuan pusat, itu artinya Roma untuk sementara bisa dikategorikan sebagai pemimpin yang belum sepenuhnya memenuhi ekspetasi warga Nian Sikka.

Waktu bagi Roma tersisa 10 bulan lagi. Masih ada waktu dan belum terlambat bagi Roma untuk menaikkan kepercayaan publik Sikka. Roma harus lebih mengoptimalkan tata kelola pemerintahan sehingga memenuhi rasa kepuasan publik Sikka.

Jika tetap seperti sekarang ini, maka sangat terasa sekali tingkat kepercayaan terhadap Roma akan turun drastis hingga menjelang Pilkada Sikka 2024.***

Ditulis oleh Marianus Gaharpung, dosen FH Ubaya, tinggal di Surabaya

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA