Maumere-SuaraSikka.com: Satlantas Polres Sikka menyita 16 unit motor bodong sejak pertengahan Januari 2021. Namun selama 2 tahun itu, Satlantas Polres Sikka sepertinya “tertidur”.
Mengikuti keterangan pers Wakapolres Sikka Kompol Ruliyanto Junaedi Putera Pahroen, Jumat (20/1), jelas sekali Satlantas Polres Sikka di bawah kepemimpinan Kasatlantas saat itu Iptu Diamond R Bangun, tidak menindaklanjuti kasus ini.
Satlantas Polres Sikka hanya melakukan interogasi awal terhadap sopir truk pengangkut 20 unit motor yang dibawa dari Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Interogasi awal yang dilakukan Satlantas Polres Sikka, kesannya juga hanya seremoni biasa saja. Tidak ada keseriusan Satlantas Polres Sikka menggali keterangan lebih jauh dan detail terkait asal-usul, riwayat, dan status kendaraan-kendaraan misterius itu.
“Dikirim oleh siapa, tujuannya ke siapa, kami belum tahu,” ungkap Wakapolres Sikka.
Anehnya, justeru Iptu Diamond R Bangun menyetujui permohonan pinjam pakai 11 unit motor bodong dari sejumlah anggota Polres Sikka, termasuk di antaranya beberapa perwira.
Beberapa perwira yang sudah pindah tugas, ternyata membawa serta motor bodong ke tempat tugas yang baru.
Fakta ini makin menunjukkan lemahnya Satlantas Polres Sikka dalam mengawal kasus motor bodong. Diduga kuat kasus ini sengaja dibiarkan, dan motor-motor bodong tersebut diperjualbelikan.
Namun Wakapolres Sikka memastikan kendaraan-kendaraan tersebut tidak diperjualbelikan.
Kini, 11 unit motor bodong yang selama ini “pindah tangan” karena alasan pinjam pakai, sudah berhasil ditarik dan diamankan di tempat penyitaan motor di belakang Kantor Satlantas Polres Sikka.
Sebagaimana diketahui, Satlantas Pklres Sikka mengamankan sebuah mobil truk ekspedisi pada Januari 2021 lalu. Truk ini mengangkut 20 unit kendaraan bermotor.
Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui 16 unit motor tidak berdokumen atau bodong, dan hanya 4 unit motor yang memiliki dokumen kendaraan.
Sebanyak 16 unit motor bodong kemudian disita untuk kepentingan penyelidikan. Barang sitaan ini dititipkan di Mapolsek Kewapante. Namum setelah 2 tahun, 16 unit motor boding itu raib.*** (eny)















