
Maumere-SuaraSikka.com: Rabies terus mengancam warga Kabupaten Sikka. Data terbaru, 6 sampel otak anjing dipastikan positip.
Informasi terbaru ini diketahui dari hasil pemeriksaan sampel otak anjing di Bali Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Senin (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terdapat 9 sampel otak anjing yang diperiksa, yakni 8 sampel dari Kabupaten Sikka dan 1 sampel dari Kabupaten Manggarai. Hasilnya, 6 sampel dari Sikka dan 1 sampel dari Manggarai dinyatakan positip rabies.
Sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata Dokter Asep Purnama menyebut hasil pemeriksaan terhadap 9 sampel otak anjing menunjukkan positip rate pada angka 77, 78%.
Sebelumnya, papar dia, hasil pemeriksaan pada 19 April 2023, juga mencengangkan. Dari 5 sampel otak anjing yang dikirim, ternyata kelima-limanya positip rabies atau 100%.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan yang dihubungi media ini, membenarkan penambahan 6 kasus positip rabies. Dengan demikian total positip rabies di Sikka yakni 16 kasus dari 25 sampel otak yang sudah diperiksa.
Enam kasus terbaru itu yakni sampel otak anjing dari Desa Nele Lorang Kecamatan Nele, Misir Kelurahan Madawat Kecamatan Alok, Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur, Desa Dobo Nuapuu Kecamatan Mego, Bolowolon Desa Tanaduen Kecamayan Kangae, dan Desa Wolomapa Kecamatan Hewokloang.
Dua sampel otak anjing yang dinyatakan negatip yakni dari Desa Hepang Kecamatan Lela dan Desa Habi Kecamatan Kangae.
Dokter Asep Purnama mengatakan hingga kini belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit rabies.
Karena itu, ujar dia, pencegahan paska paparan dengan mencuci luka dan vaksinasi, masih menjadi satu-satunya cara menyelamatkan korban dari ancaman kematian akibat virus rabies.
“Semoga seluruh korban gigitan 6 anjing rabies sudah mendapatkan tata laksana gigitan hewan penular rabies, sehingga bisa diselamatkan,” harap dia.
Media ini mencatat, bertambahnya jumlah positip rabies, belum diimbangi dengan dengan upaya pencegahan dan penanganan. Vaksin anti rabies sama sekali tidak ada, bahkan tidak dialokasikan anggaran pengadaan.
Dinas Pertanian Kabupaten Sikka harus “mengemis” VAR, baik dari Dinas Peternakan Propinsi NTT maupun dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
Baru-baru ini Dinas Pertanian mendapatkan bantuan 2.520 dosis dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Dengan modal stok VAR seadanya, Dinas Pertanian Sikka langsung menggerakkan program vaksinasi.
Pelaksanaan vaksinasi, bukan berjalan mudah. Petugas vaksinator mengalami banyak kendala, terutama sikap penolakan pemilik anjing dengan berbagai alasan.*** (eny)







Ikuti Kami
Subscribe












