Rabies Ancam Sikka, Terbaru: 6 Kasus Positip

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 23 Mei 2023 - 14:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 42 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Rabies terus mengancam warga Kabupaten Sikka. Data terbaru, 6 sampel otak anjing dipastikan positip.

Informasi terbaru ini diketahui dari hasil pemeriksaan sampel otak anjing di Bali Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Senin (22/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terdapat 9 sampel otak anjing yang diperiksa, yakni 8 sampel dari Kabupaten Sikka dan 1 sampel dari Kabupaten Manggarai. Hasilnya, 6 sampel dari Sikka dan 1 sampel dari Manggarai dinyatakan positip rabies.

Sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata Dokter Asep Purnama menyebut hasil pemeriksaan terhadap 9 sampel otak anjing menunjukkan positip rate pada angka 77, 78%.

Sebelumnya, papar dia, hasil pemeriksaan pada 19 April 2023, juga mencengangkan. Dari 5 sampel otak anjing yang dikirim, ternyata kelima-limanya positip rabies atau 100%.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan yang dihubungi media ini, membenarkan penambahan 6 kasus positip rabies. Dengan demikian total positip rabies di Sikka yakni 16 kasus dari 25 sampel otak yang sudah diperiksa.

Baca Juga :  Bupati Sikka "Tampar" ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Enam kasus terbaru itu yakni sampel otak anjing dari Desa Nele Lorang Kecamatan Nele, Misir Kelurahan Madawat Kecamatan Alok, Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur, Desa Dobo Nuapuu Kecamatan Mego, Bolowolon Desa Tanaduen Kecamayan Kangae, dan Desa Wolomapa Kecamatan Hewokloang.

Dua sampel otak anjing yang dinyatakan negatip yakni dari Desa Hepang Kecamatan Lela dan Desa Habi Kecamatan Kangae.

Dokter Asep Purnama mengatakan hingga kini belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit rabies.

Karena itu, ujar dia, pencegahan paska paparan dengan mencuci luka dan vaksinasi, masih menjadi satu-satunya cara menyelamatkan korban dari ancaman kematian akibat virus rabies.

Baca Juga :  Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

“Semoga seluruh korban gigitan 6 anjing rabies sudah mendapatkan tata laksana gigitan hewan penular rabies, sehingga bisa diselamatkan,” harap dia.

Media ini mencatat, bertambahnya jumlah positip rabies, belum diimbangi dengan dengan upaya pencegahan dan penanganan. Vaksin anti rabies sama sekali tidak ada, bahkan tidak dialokasikan anggaran pengadaan.

Dinas Pertanian Kabupaten Sikka harus “mengemis” VAR, baik dari Dinas Peternakan Propinsi NTT maupun dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Baru-baru ini Dinas Pertanian mendapatkan bantuan 2.520 dosis dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Dengan modal stok VAR seadanya, Dinas Pertanian Sikka langsung menggerakkan program vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi, bukan berjalan mudah. Petugas vaksinator mengalami banyak kendala, terutama sikap penolakan pemilik anjing dengan berbagai alasan.*** (eny)

Berita Terkait

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka
3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat
Berhasil Tarik Tunggakan Rp 1,8 Miliar, BRI Maumere Kembali Perpanjang MoU dengan Kejaksaan Negeri Sikka
Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere Bakal Seru, 43 SMP Siap Berkompetisi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA