4 Fraksi DPRD Sikka Usulkan Bentuk Pansus Kasus Kematian Bayi dan Ibu di Tebuk

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 10 Januari 2025 - 14:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 5,112 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana RDP kasus kematian bayi dan ibu, Rabu (7/1)

Suasana RDP kasus kematian bayi dan ibu, Rabu (7/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus kematian bayi dan ibu di Desa Tebuk Kecamatan Nita Kabupaten Sikka mendapat perhatian serius para wakil rakyat. Sebanyak 4 fraksi mengusulkan dibentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mendalami masalah ini.

Ketua Fraksi PKB Sikka Yoseph Karmianto Eri menilai kasus kematian bayi dan ibu berawal dari miskomunikasi antara dokter jaga dan dokter SPOG. Menurut dia, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Bisa juga dengan langkah hukum. DPRD bisa memulainya dengan membentuk Pansus,” saran dia dalam RDP, Rabu (7/1).

Hal yang sama disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hemdrikus Rebu. Menurut dia, kasus kematian bayi dan ibu merupakan kasus besar sehingga perlu diungkap secara lugas dan terbuka.

Baca Juga :  Pamit Pulang ke Kojagete, Ibu dan Anak Hilang 9 Hari

Karena itu, kata dia, perlu digali dan dicaritahu persoalan sesungguhnya yang mengakibatkan bayi dan ibu meninggal dunia. Tidak sekedar itu, kata dia, karena harus ada yang bertanggungjawab atas kasus tersebut.

“RDP tidak akan selesaikan soal. Perlu bentuk Pansus, agar masalah ini menjadi terang benderang,” ujar dia.

Berita Terkait

Pater Otto Gusti Madung Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Filsafat Politik
Satu Lagi Perusahaan Penempatan PMI Hadir di Sikka
Warga Kelurahan Kabor di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Tamu, Jenazah Dikerubungi Lalat
Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar
Perlawanan Kader Nasdem Sikka, Tuntut Tempo Minta Maaf
Tetapkan Tersangka TPPO Eltras Pub di Maumere, Penyidik Pastikan Kantongi 4 Alat Bukti
Lika Liku Kasus Eltras Pub Maumere, dari Masalah Kasbon, Dugaan TPPO, Hingga Suster Ika Bertindak Seperti Polisi
Penetapan 2 Tersangka Dugaan TPPO Eltras Pub Disinyalir Berdasarkan Tekanan TRuK-F dan Jaringan HAM Sikka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:57 WITA

Pater Otto Gusti Madung Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Filsafat Politik

Jumat, 17 April 2026 - 19:51 WITA

Satu Lagi Perusahaan Penempatan PMI Hadir di Sikka

Jumat, 17 April 2026 - 10:44 WITA

Warga Kelurahan Kabor di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Tamu, Jenazah Dikerubungi Lalat

Kamis, 16 April 2026 - 10:21 WITA

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Rabu, 15 April 2026 - 07:39 WITA

Tetapkan Tersangka TPPO Eltras Pub di Maumere, Penyidik Pastikan Kantongi 4 Alat Bukti

Selasa, 14 April 2026 - 07:42 WITA

Lika Liku Kasus Eltras Pub Maumere, dari Masalah Kasbon, Dugaan TPPO, Hingga Suster Ika Bertindak Seperti Polisi

Senin, 13 April 2026 - 21:57 WITA

Penetapan 2 Tersangka Dugaan TPPO Eltras Pub Disinyalir Berdasarkan Tekanan TRuK-F dan Jaringan HAM Sikka

Senin, 13 April 2026 - 20:39 WITA

Praperadilan Dugaan TPPO Eltras Pub di Maumere, Tidak Ada Perbuatan Melawan Hukum

Berita Terbaru

Staf Operasional PT Alfira Perdana Jaya Wilayah Flores Aloysius Tapun sedang memperkenalkan perusahaan tersebut

Daerah

Satu Lagi Perusahaan Penempatan PMI Hadir di Sikka

Jumat, 17 Apr 2026 - 19:51 WITA

Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga

Daerah

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:21 WITA